Bupati Malang HM. Sanusi (pegang naskah pelantikan) saat melantik Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat.
Bupati Malang HM. Sanusi (pegang naskah pelantikan) saat melantik Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat.

Bupati Malang HM. Sanusi memiliki ekspektasi tinggi terhadap Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat  yang baru saja dilantik hari ini, Senin (20/7/2020) pagi.

Dalam sambutannya yang disampaikan di Pringgitan Pendapa Agung saat melantik sekda secara definitif itu, Sanusi meminta kepada Wahyu Hidayat agar bisa meniru Rasulullah. Yakni menjadi sosok yang uswatun hasanah atau mampu memberikan teladan yang baik kepada jajaran ASN (aparatur sipil negara) di jajaran pemerintahan Kabupaten Malang.

Baca Juga : Dinilai Kurang Maksimal, Serapan Anggaran Tujuh PD di Kota Malang Rendah

”Jadi, nanti banyak yang harus dikerjakan oleh sekda. Minimal mewujudkan pakta integritas yang fasih diucapkan tadi (saat pelantikan, red),” ucap bupati.

Dalam pakta integritas tersebut, Wahyu dengan lantang membahas kesiapannya dalam memberikan cobtoh teladan yang baik khususnya kepada jajaran ASN di bawahnya. 

”Dari itu! untuk menjaga disiplin, saya tekankan 15 menit sebelum jam kerja, sekda sudah harus di kantor duluan untuk memberi contoh terbaik. Kalau perlu, sekda meniru sekolah di Kabupaten Malang, baik SD maupun SMP,  MI (madrasah ibtidaiyah) maupun MTs (madrasah tsanawiyah). Itu sekda berdiri di pintu nyalami karyawan (ASN) yang masuk,” ucap Sanusi yang langsung disambut  tawa para tamu undangan.

Maksud meniru pelajar SD hingga SMP tersebut, lanjut Sanusi, adalah apabila jam kerja ASN adalah pukul 08.00 WIB, maka Wahyu Hidayat selaku sekda diminta datang ke kantor 15 menit sebelum jam ngantor tersebut.

”Berarti jam 8 kurang 15 menit sekda harus masuk duluan di kantor. Jadi, sekda bila tidak ada kegiatan di luar atau tugas luar, maka masuk kantor ya harus lebih dulu dari karyawannya (ASN di bawahnya, red). Ini untuk menunjukkan bahwa dia (sekda) bisa menjadi panutan untuk ASN di bawahnya sesuai dengan pakta integritas itu. Saya contohkan itu salah satunya (datang 15 menit lebih awal, red),” ungkap Sanusi. Bahkan, bupati  siap memonitor kedatangan jam “ngantor” sekda.

Lebih lanjut, bupati juga meminta kepada Wahyu agar turut memprioritaskan program presiden RI. Yakni perihal mendongkrak perekonomian daerah.

Baca Juga : Diiringi Lagu Berjudul “Percayalah”, Wahyu Hidayat Bakal Fokus Tangani Kasus Covid-19

”Harus mampu menumbuhkan di bidang perekonomian. Tadi yang saya contohkan itu mampu menarik investasi dari luar maupun dari dalam negeri di Kabupaten Malang. Tujuannya untuk menumbuhkan gairah bekerja serta mengurangi angka pengangguran dengan banyaknya kesempatan untuk bekerja di industri dan perusahaan-perusahaan serta kegiatan yang lainnya,” sambung Sanusi.

Tidak hanya fokus menuntut sekda untuk maksimal dalam bekerja.  Sanusi juga mengimbau kepada ASN di bawah jajaran sekda untuk mendukung kinerja Wahyu Hidayat.

Bahkan, Sanusi sempat membacakan sebuah hadis terkait sikap ASN di lingkungan Kabupaten Malang untuk menghormati pimpinannya. ”Sebagai sekda harus memberi uswatun hasanah (teladan yang baik) seperti Rasulullah. Hadis ini harus dijalankan oleh semua ASN di Kabupaten Malang. Tidak termasuk golongan rasul, atasan yang tidak mau mengasihi bawahan dan bawahan yang tidak menghormati atasan,” ujar Sanusi.