5 Doa dan Zikir Penyelamat saat Putus Asa 

29 - Jul - 2026, 06:10

Ilustrasi sedih dan putus asa. (Foto: Shutterstock)


JATIMTIMES - Setiap orang tentu pernah berada di titik terendah dalam hidup. Masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, hingga persoalan rezeki kerap membuat hati dipenuhi kegelisahan bahkan nyaris putus asa. Dalam Islam, umat muslim diajarkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT dan memperbanyak doa serta zikir ketika menghadapi kesulitan.

Salah satu doa yang paling masyhur adalah doa Nabi Yunus AS saat berada di dalam perut ikan. Allah SWT mengabadikan kisah tersebut dalam Al-Qur'an Surah Al-Anbiya ayat 88 sebagai bukti bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba yang berserah diri.

Allah SWT berfirman:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

Latin:Fastajabnā lahū wa najjaināhu minal-gamm(i), wa każālika nunjil-mu'minīn(a).

Artinya:"Kami lalu mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin."

Berikut lima doa dan zikir yang dapat diamalkan ketika hati sedang gelisah dan menghadapi berbagai persoalan.

Baca Juga : Perkuat Ukhuwah, Pemkab Jember Gelar Ngaji dengan Cinta Bersama FKPP

1. Doa Nabi Yunus AS

Doa Nabi Yunus terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 87.

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin:Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Artinya:"Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan menyelamatkannya dari kesedihan yang amat berat.

Dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan:

"Doanya Dzun Nun sewaktu ia berada dalam perut ikan adalah 'Lā ilāha illā anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.' Sesungguhnya tidaklah seorang berdoa dengan doa tersebut untuk suatu urusan, melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, dan Hakim)

Kitab Fathul Mu'in juga menjelaskan, siapa yang membaca doa tersebut sebanyak 40 kali ketika sakit, lalu meninggal dunia, akan memperoleh pahala seperti syuhada. Jika sembuh, Allah mengampuni dosa-dosanya.

Sebagian ulama mengamalkan doa ini sebanyak 40 kali setelah salat Subuh, ada pula yang membaca 41 kali setiap Subuh selama 40 hari, bahkan hingga 1.000 kali dalam sehari untuk memohon hajat.

Doa ini boleh dibaca kapan saja. Namun, sejumlah ulama menyebut beberapa waktu yang lebih utama untuk berdoa, yaitu:
• Sepertiga malam terakhir
• Setelah salat wajib
• Antara azan dan iqamah
• Saat sujud dalam salat
• Hari Jumat
• Ketika hujan turun
• Setelah berbuka puasa
• Saat bangun malam untuk tahajud
• Ketika wukuf di Arafah
• Malam Lailatulqadar
• Menjelang ajal
• Ketika berada dalam kondisi sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT

2. Zikir Ya Hayyu Ya Qayyum

Rasulullah SAW juga mengajarkan zikir Ya Hayyu Ya Qayyum ketika menghadapi kesulitan maupun kesedihan.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Latin:Yaa Hayyu Yaa Qayyum birahmatika astaghiitsu.

Artinya:"Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan."

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW mengajarkan bacaan yang lebih lengkap:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرَفَةَ عَيْنٍ

Baca Juga : Waktu yang Terus Berlari, Pengingat Keras dari Salafus Shalih agar Manusia Tak Terjebak Kelalaian

Latin:Yaa Hayyu Yaa Qayyum birahmatika astaghiitsu, ashlih lii sya'nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii tharafata 'ain.

Artinya:"Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Kekal, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata."

Hadis riwayat Tirmidzi menyebut Rasulullah SAW membaca zikir ini ketika menghadapi persoalan berat.
Waktu Mustajab Membacanya
• Zikir pagi
• Zikir petang
• Saat menghadapi musibah
• Ketika hati dilanda kesedihan
• Setelah salat fardu
• Sepertiga malam terakhir
Sebagian ulama juga menganjurkan membacanya sebanyak 40 kali setiap hari.

3. Doa agar Tidak Putus Asa

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

Latin:
A'udzu bikalimaatil laahit taammati min ghadlabihi wa syarri 'ibaadihi wa min hamazzatisy syayaathiini wa an yahdluruun.

Artinya:
"Aku berlindung dengan firman Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari keburukan hamba-hamba-Nya, dari godaan setan dan dari kehadiran mereka." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)


4. Doa Memohon Keteguhan Hati

اللَّهُ اللَّه رَبِّي لَا شَرِيكَ لَه

Latin:
Allaahu allaahu rabbi laa syariika lah.

Artinya:
"Ya Allah, ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada sekutu bagi-Mu." (HR Nasa'i dan Ibnu Sunni)

5. Doa Memohon Dijauhkan dari Kesedihan dan Kesulitan

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa berikut agar terhindar dari kesedihan, rasa malas, hingga lilitan utang.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin:
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.

Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan manusia."

Selain itu, terdapat pula doa berikut:

يَا مَالِكَ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيَّاكَ أَعْبُدُ وَإِيَّاكَ أَسْتَعِيْنُ

Latin:
Yaa maalika yaumid diini iyyaaka a'budu wa iyyaaka asta'iin.

Artinya:
"Wahai Raja pada hari pembalasan, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan."
(HR Ibnu Sunni)

Untuk doa nomor 3 hingga 5 dapat diamalkan kapan saja. Namun, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, setelah salat fardu, ketika sujud, antara azan dan iqamah, saat berbuka puasa, ketika hujan turun, serta pada hari Jumat, karena pada waktu-waktu tersebut doa memiliki keutamaan besar untuk dikabulkan Allah SWT. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik

Agama, Doa, Zikir, Doa Nabi Yunus, Penyelamat, Putus Asa ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette