Lia Eden Meninggal Dunia, Sosoknya Pernah Ngaku sebagai Malaikat Jibril
11 - Apr - 2021, 07:47
INDONESIATIMES - Pemimpin Sekte Tahta Suci Kerajaan Tuhan, Lia Aminudi alias Lia Eden dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021). Kabar duka ini disampaikan oleh Serikat Jurnail untuk Keberagaman (Sejuk) lewat akun media sosial pada Minggu (11/4/2021).
"Selamat jalan, Lia Eden. Beristirahatlah dalam kemenangan yang maha damai. Estafet perjuanganmu berlanjut senantiasa: urusan setiap warga dengan Tuhannya tidak bisa dibatasi dan dikurangi oleh negara, apalagi di penjara," demikian keterangan akun Instagram Kabar Sejuk.
Baca Juga : Terdapat Korban Jiwa, 2 Kecamatan di Lumajang Jadi Perhatian Khusus Pasca Gempa Bumi Malang
Sayangnya belum diketahui apa penyebab Lia meninggal dunia. Melalui akun Instagram Kabar Sejuk, tertulis jika Lia bersama Komunitas Salamullahnya adalah simbol perjuangan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. "Paduka Bunda Lia Eden, demikian para pengikutnya menyapa, bersama komunitas Salamullahnya adalah simbol perjuangan kebebasan beragama dan berkeyakinan," ujarnya.
Selain itu disebutkan pula jika Lia sempat dipenjara 2 kali di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Di masa bulan madu negara-MUI, era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lia Eden dipenjara dua kali (2006 dan 2008) dengan pasal penodaan agama," lanjut akun kabar Sejuk.
Lia Eden 2 kali dipenjara
Seperti diketahui, Lia sempat dijatuhi hukuman atas tuduhan penistaan dan penodaan agama. Pertama Lia divonis 2 tahun penjara pada Juni 2006 oleh hakim PN Jakarta Pusat.
Setelah menjalani hukumannya, Lia bebas dari Rutan Pondok Bambu dan kembali ke markas kerajaannya di Jalan Mahoni, Jakarta Pusat. Selanjutnya pada Desember 2008 Lia dan sejumlah pengikutnya ditangkap lagi oleh polisi.
Pada vonis yang kedua, Lia dihukum selama 2,5 tahun penjara dan bebas pada 15 April 2011. Kala itu, Lia terbukti melakukan penistaan agama akibat 4 risalah yang ia sebarkan pada berbagai institusi, termasuk Presiden RI, tanggal 23 November hingga Desember 2008.
Lia menyerukan penghapusan seluruh agama dan dinilai menyinggung perasaan dan keyakinan para pemeluk agama lainnya serta menyebarkan rasa permusuhan...