free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Transportasi

Mepet Gorong-Gorong dan Jalan, Shelter Trans Jatim di Sawojajar Dikeluhkan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

27 - Nov - 2025, 17:47

Loading Placeholder
Rambu pemberhentian Trans Jatim di Jalan Danau Kerinci, Sawojajar Kota Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Keberadaan salah satu shelter atau titik pemberhentian bus Trans Jatim di Kota Malang menjadi sorotan. Tepatnya di kawasan Sawojajar, yakni di Jalan Danau Kerinci Raya.

Hal tersebut lantaran shelter tersebut berada persis di pinggir jalan dan bersebelahan dengan gorong-gorong. Posisi shelter  tersebut dinilai tidak aman bagi penumpang, terutama saat jam sibuk. Sejumlah warga mengaku waswas ketika hendak naik atau turun bus karena jarak shelter dengan bahu jalan sangat mepet. 

Baca Juga : Komisi B DPRD Jatim Jelaskan Poin-Poin Penting Raperda Kehutanan

Kekhawatiran masyarakat ini akhirnya sampai ke telinga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menegaskan bahwa pihaknya sudah bergerak cepat. Keluhan itu langsung dilaporkan kepada Dishub Provinsi Jawa Timur sebagai pihak yang menangani operasional Trans Jatim.

Jaya, sapaan akrabnya, menyebut bahwa evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik pemberhentian memang harus dilakukan demi keselamatan pengguna. “Perlu dievaluasi. Untuk shelter di Sawojajar itu sudah saya sampaikan ke Dishub Jatim agar dilakukan peninjauan ulang,” ujar Jaya.

Menurut dia, keberadaan shelter yang dinilai membahayakan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Jika hasil survei lapangan menunjukkan bahwa titik tersebut benar-benar tidak memenuhi standar keamanan, maka pemindahan shelter menjadi opsi yang harus ditempuh.

“Ini bagian dari proses. Sedikit demi sedikit akan diperbaiki. Yang penting kenyamanan dan keamanan penumpang,” ujar dia.

Jaya menambahkan, pemindahan shelter tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada serangkaian analisa teknis, survei lokasi, hingga kesesuaian dengan jalur operasional bus yang harus dipenuhi sebelum menentukan titik baru.

“Hari ini memang disurvei. Nanti akan disesuaikan mana yang paling tepat untuk pemindahan shelter tersebut,” jelasnya.

Baca Juga : DPRD Kota Malang Gaspol Dukung Angkot Naik Kelas, Integrasi dengan Trans Jatim Diperkuat

Dari total 67 titik pemberhentian Trans Jatim di Kota Malang, ia menyebut hanya satu titik yang mendapat keluhan, yaitu shelter di Sawojajar arah ke Madyopuro. Selebihnya dinilai aman dan tidak ada aduan berarti dari masyarakat.

“Kalaupun ada keluhan, itu bagian dari proses. Proses ini justru untuk membuat layanan semakin baik,” tandasnya.

Dengan evaluasi yang sedang berjalan, masyarakat berharap penataan shelter Trans Jatim di Kota Malang bisa lebih humanis, aman, dan ramah bagi penumpang.

Terutama mereka yang setiap hari mengandalkan transportasi publik untuk beraktivitas. Pemerintah pun memastikan bahwa pembenahan akan terus dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan transportasi massal di Kota Malang.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Transportasi

Artikel terkait di Transportasi

--- Iklan Sponsor ---