JATIMTIMES - Aktivitas wisata ke Kota Batu mengalami kemerosotan kunjungan lantaran kondisi ekonomi memucat dalam setahun terakhir. Kondisi itu juga berdampak pada para pelaku wisata, khususnya sektor jasa. Salah satunya penyedia paket Jeep wisata yang terjadi penurunan peminat.
Salah satunya yang dirasakan Manda Aditya, salah satu pelaku Jeep wisata di wilayah Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu. Dirinya selaku driver Jeep mengaku kalau pengunjung yang menggunakan atau menyewa jasa Jeep tahun ini lebih sedikit dibanding tahun 2024 lalu. Penurunannya sampai sekitar 50 persen.
Baca Juga : DLH Kaji Revitalisasi Wajah Baru 6 Taman Tematik Kota Batu, Pembangunan Libatkan Forum CSR
"Sekarang masih ramai, tapi memang tidak seperti tahun lalu. Setiap hari ada pengguna setidaknya satu grup. Kalau tahun lalu sehari bisa dua kali," ujar Manda saat ditemui JatimTIMES, belum lama ini.
Menurut dia, jika kondisi musim ini lebih ramai wisatawan, pengguna jasa Jeep bisa mencapai tiga kali dalam sehari.
Manda tergabung dengan salah satu grup penyedia jas paket Jeep di Desa Tulungrejo. Komunitasnya beranggotakan sekitar 50 Jeep yang siap dipesan.
Dikatakan, selama ini yang berminat masih didominasi wisatawan lokal atau dalam negeri. Belum pernah dirinya mendapati harus memberikan pelayanan wisatawan mancanegara. "Selama ini paling banyak wisatawan asal Solo dan sekitarnya," tuturnya.
Menurunnya peminat Jeep wisata tersebut diakuinya cukup berdampak pada manajemen jasa. Meski begitu, dari biaya dibanding operasional Jeep tetap bisa untung meski tak sebesar beberapa tahun sebelumnya.
Dirinya tetap menjalankan profesi itu lantaran masih menjadi penopang utama penghasilannya. Manda menyebut, saat ini perlu promosi lebih masif lagi kepada wisatawan dengan paket menarik maupun penyewan terpisah. Sehingga wisatawan lebih banyak pilihan berwisata dengan menggunakan jasa Jeep.
Baca Juga : Masyarakat Kota Batu Diimbau Tak Tergiur Rokok Ilegal Harga Murah, Satpol-PP Ingatkan Konsekuensi Pidana
"Jeep ini sudah lama, sekarang penyedianya juga semakin banyak dan mudah ditemui. Kalau biasanya ada di area gunung seperti Bromo atau Merapi, di Batu juga bisa dengan menikmati potensi wisata masing-masing desa," urai Manda.
Dengan menggunakan mobil Jeep, pengunjung akan diajak menyusuri jalur ekstrem yang melewati hutan pinus, sungai, hingga perkebunan sayur yang hijau. Kontur jalan yang terjal dan berbatu menjadi tantangan utama yang memacu adrenalin, sekaligus menyuguhkan keindahan alam pegunungan yang menyegarkan mata.
Saat menjajal offroad di kawasan wisata Coban Talun, wisatawan diajak ke rute offroad yang tak hanya melewati jalan ekstrem, tetapi juga melintasi sungai yang mengharuskan pengunjung siap basah-basahan saat menaiki mobil jeep.
"Biasanya biayanya mulai Rp 500 ribu per mobil. Rutenya ada pendek ke Coban Talun dan area hutan pinus. Kalau panjang ke wilayah Brakseng. Durasi dan harganya juga tergantung permintaan," jelasnya.