JATIMTIMES - Ruang publik terbuka di Kota Batu disebut masih butuh direvitalisasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu tengah mengkaji wajah baru enam taman tematik. Nantinya, di enam titik tersebut akan dilakukan perbaikan dengan tema berbeda masing-masing taman.
Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni. Ia merinci, enam taman tersebut ialah Taman Kenanga, Taman Wilis, Taman Temas, Zero Waste Edupark TPA Tlekung, Taman Dadaprejo, dan Taman Sultan Agung. "Jadi kami masih bikin kajian untuk enam lokasi taman tematik. Untuk hutan kota (Bondas) kami sudah kajian teknis," ujar Dian saat ditemui, belum lama ini.
Baca Juga : Edukasi Masyarakat Bahaya Narkoba, Desa di Gresik Libatkan BNNK dan Polisi
Kajian itu dilakukan DLH untuk membahas desain fisik. Setelah desain fisik dipunyai, baru akan dikomunikasikan skema pembiayaannya. "Tidak harus APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)," katanya.
Ditambahkan Dian, pihaknya membuka opsi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pembangunannya nanti. "Ini karena Forum CSR kan sudah dibangun Bapelitbangda," tutur pria yang pernah menjabat Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu.
Dirinya mencontohkan, pembiayaan taman kota yang sudah pernah dilakukan di sejumlah daerah bisa menggunakan CSR. Salah satunya sejumlah taman di kota tetangga, Malang. Hal serupa diyakininya dapat dilakukan di Kota Batu. "Kalau kita tahu di Jalan Ijen (Kota Malang) tidak semua APBD, ada lampu taman dari UMM. Maka memungkinkan dengan kerja sama tidak mengikat," terangnya.
Kendati begitu, dirinya menekankan tidak akan mengarah pada full branding meski dengan dukungan CSR. Artinya, secara visual tetap tertata dan tidak menjadi pemandangan yang kehilangan ciri khas tematik taman terkait. "Nanti sesuai kesediaan masing-masing, untuk taman dengan tema apa, siapa yang berminat, tema lain siapa yang minat," tambahnya.
Baca Juga : Masyarakat Kota Batu Diimbau Tak Tergiur Rokok Ilegal Harga Murah, Satpol-PP Ingatkan Konsekuensi Pidana
Jika memungkinkan akan merealisasikan proyek revitalisasi pada akhirnya tahun 2025 dan 2026, menyesuaikan kesediaan anggaran dengan kesiapan Forum CSR.
"Seperti sesuai sejarahnya Taman Wilis yang sebelumnya tempat buang sampah di sana, mungkin akan jadi taman edukasi pengolahan sampah untuk edukasi. Kita masih kaji itu. Kita mulai penyegaran," imbuh Dian.