JATIMTIMES - Program pertanian nasional dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya langsung oleh para petani di Kota Malang. Melalui Kementerian Pertanian, sejumlah bantuan sarana produksi pertanian disalurkan ke para petani, termasuk alat modern combine harvester yang mampu memangkas waktu dan tenaga selama panen.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyebut bahwa upaya ini sangat membantu mengatasi tantangan pertanian di wilayah perkotaan seperti Kota Malang. Karena, Kota Malang disebut bukan lagi kota besar, melainkan wilayah metropolitan.
Baca Juga : 395 Siswa SMKN 1 Udanawu Blitar Rekam KTP-el dan Aktivasi IKD dalam Sekali Layanan
“Alhamdulillah, kami di Dispangtan terus memberikan fasilitasi kepada para petani di Kota Malang. Mulai dari bantuan benih padi, benih jagung, alat dan mesin pertanian, racun tikus, hingga jaring pengaman bulir padi,” ujar Slamet Husnan, Selasa (15/7/2025).
Yang paling disoroti adalah bantuan alat panen padi modern dari Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian. Karena alat tersebut bisa menyelesaikan tiga pekerjaan petani sekaligus.
“Mulai memotong padi, merontokkan, dan langsung mengemas dalam karung. Dulu butuh tiga orang, sekarang cukup satu mesin,” jelas Slamet.
Dengan mesin tersebut, para petani tak hanya menghemat tenaga kerja, tapi juga mempercepat proses panen secara signifikan. Ini menjadi solusi penting di tengah menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian dan terbatasnya lahan produktif di perkotaan.
Menurut data Dispangtan, hingga pertengahan 2025, luas lahan yang benar-benar ditanami padi di Kota Malang mencapai 788 hektare.
Baca Juga : Petani Belajar Prancak 95: Blitar Selatan Jadi Kawasan Tembakau Unggulan Baru
“Lahan pertanian di Kota Malang memang terbatas, tapi semangat petani tetap tinggi. Dengan dukungan seperti ini, kami yakin produktivitas bisa terus meningkat,” tambah Slamet.
Slamet juga menegaskan bahwa Dispangtan akan terus bersinergi dengan instansi pusat untuk mendorong pertanian berkelanjutan di Kota Malang. Termasuk mengembangkan urban farming sebagai solusi pemanfaatan pekarangan warga.
“Ke depan kami ingin pertanian di kota ini tak hanya bertahan, tapi juga menjadi model bagi daerah lain. Kuncinya kolaborasi dan pemanfaatan teknologi,” tukas Slamet.