JATIMTIMES - Di lahan-lahan marginal yang dulu nyaris tak tersentuh, harapan baru kini tumbuh dalam bentuk daun-daun hijau tembakau. Tepatnya di Blitar Selatan, varietas unggulan Prancak 95 mulai ditanam dan dirawat dengan serius.
Untuk mendukung proses budidaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar menggandeng PT Djarum dalam pelatihan teknis yang digelar di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Wates, Selasa, 15 Juli 2025.
Baca Juga : Merek Beras Diduga Oplosan Masih Dijual di Ritel Modern di Malang dan Blitar
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan petani yang telah bekerja sama dalam kemitraan tembakau Prancak 95. Fokus utamanya adalah membekali para petani dengan keterampilan budidaya yang sesuai dengan standar industri.
Materi disampaikan langsung oleh tim pendamping dari PT Djarum, yang memahami karakter khas tembakau Madura ini secara teknis maupun komersial.
“Untuk pelatihan kali ini, kami memang fokus kepada petani yang bermitra dengan PT Djarum. Varietas Prancak 95 ini memiliki perlakuan yang berbeda, terutama dalam tahap budidaya hingga pascapanen,” ujar Lukas Suprayitno, Kepala Bidang Sarana Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar.
Menurut Lukas, meski tahap persemaiannya relatif sama dengan varietas lokal, perbedaan teknis mulai tampak saat penanaman hingga proses pengolahan hasil panen. Oleh karena itu, pendampingan yang presisi menjadi kunci keberhasilan.
Itulah sebabnya materi pelatihan langsung dibawakan oleh tenaga dari PT Djarum. Tujuannya jelas: hasil panen dari petani mitra bisa memenuhi standar mutu yang ditetapkan perusahaan.
Prancak 95 sendiri merupakan varietas tembakau Madura yang telah terbukti unggul dari sisi kualitas. Di Kabupaten Blitar, varietas ini dikembangkan secara khusus di wilayah selatan seperti Wates, Panggungrejo, dan Wonotirto.
Sebagian kecil juga mulai menjangkau wilayah Bakung. Tantangannya cukup nyata: tembakau ini ditanam di lahan marginal yang tidak cocok untuk komoditas lain.
“Kami manfaatkan lahan-lahan marginal yang selama ini kurang produktif. Ketika ditanami komoditas lain hasilnya tidak maksimal, tapi ternyata cocok untuk Prancak 95,” kata Lukas.
Ia menyebut pendekatan ini sebagai bentuk optimalisasi lahan dan peluang ekonomi baru bagi petani lokal.
Meski begitu, dominasi Prancak 95 di Blitar belum sepenuhnya terjadi. Varietas lokal masih menjadi pilihan sebagian besar petani. Hal ini disebabkan karena pola kemitraan dengan PT Djarum masih bersifat terbatas dan selektif.
Baca Juga : DPRD Kota Malang Pastikan Program Seragam Gratis Sejalan dengan Pemerintah Pusat
Lukas menyampaikan bahwa proyek ini baru berjalan dua tahun dan masih berada dalam tahap evaluasi serta penelitian.
“Ini baru tahun kedua. Djarum masih memantau konsistensi hasil dari petani kita. Tapi sejauh ini, mereka menilai hasil panen dari Blitar sudah sesuai dengan standar mereka,” ujarnya.
Potensi ekspansi sebenarnya terbuka lebar. Antusiasme petani terhadap varietas ini cukup tinggi, terbukti dari banyaknya permintaan untuk bergabung dalam program kemitraan. Namun, dari sisi perusahaan, kuota kemitraan masih dibatasi sekitar 25 hektare untuk memastikan kontrol kualitas tetap terjaga.
“Kalau tahun ini hasilnya bagus dan konsisten, besar kemungkinan tahun depan luas lahan bisa ditambah. Sementara ini permintaan dari petani kita seleksi dulu,” imbuh Lukas.
Pelatihan yang digelar secara terpusat ini juga dirancang untuk mempermudah proses pendampingan. Karena jumlah peserta belum terlalu banyak, maka petani dari kecamatan sekitar digabungkan dalam satu sesi. Pola ini dinilai lebih efektif dalam menyampaikan materi dan membangun pemahaman bersama.
Lebih dari sekadar transfer ilmu, pelatihan ini menandai langkah serius Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mendorong transformasi sektor pertanian, khususnya pertembakauan.
Dengan dukungan perusahaan mitra dan pemanfaatan lahan marginal, kawasan Blitar Selatan perlahan menjelma menjadi sentra tembakau unggulan baru yang tak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga membuka babak baru dalam peta pertanian daerah.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Prancak 95 akan menjadi ikon baru tembakau Blitar di masa depan.