JATIMTIMES – Sebanyak 395 siswa SMKN 1 Udanawu, Kabupaten Blitar, mengikuti layanan perekaman KTP elektronik (KTP-el) dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang digelar dalam rangkaian Kominfo Goes to School, Selasa (15/7/2025).
Kegiatan kolaboratif antara Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar ini menjadi contoh nyata pelayanan publik yang jemput bola sekaligus adaptif terhadap era digital.
Baca Juga : Jadwal Tayang dan Platform Nonton Film Marry My Husband Versi Jepang
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Tunggul Adi Wibowo, menyebutkan bahwa layanan ini menyasar dua sasaran utama: perekaman KTP-el bagi pelajar usia 16 dan 17 tahun serta aktivasi IKD bagi yang telah melakukan perekaman.
“Total ada 395 siswa yang ikut dalam layanan ini. Ini bagian dari upaya kami menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan generasi muda,” ujarnya.
Menurut Tunggul, meski tahun ini tidak ada target kuota khusus untuk perekaman pemula, pihaknya tetap mengejar capaian nasional sebesar 99 persen dari jumlah wajib KTP. Oleh karena itu, ia mendorong pelajar dan warga muda di Kabupaten Blitar agar tidak menunggu usia 17 tahun untuk melakukan perekaman.
“Perekaman sudah bisa dilakukan sejak usia 16 tahun, hanya pencetakan KTP-nya nanti dilakukan setelah usia 17,” terangnya.
Perekaman sendiri bisa diakses tidak hanya melalui kegiatan di sekolah, tetapi juga di berbagai titik layanan yang telah tersedia, seperti kantor kecamatan, Tempat Layanan Administrasi (TLA), maupun kantor Dispendukcapil di Kanigoro.
Ia berharap pendekatan layanan langsung ke sekolah ini dapat mempercepat cakupan data kependudukan dan mendukung sistem administrasi digital yang terintegrasi.
"Kami ingin memastikan semua warga, khususnya pelajar, memiliki akses mudah terhadap dokumen kependudukan. Dengan sistem jemput bola seperti ini, harapannya tidak ada lagi yang tertinggal," ujarnya.
Wakil Bupati Blitar, H. Beky Herdihansah, yang turut hadir membuka acara, mengapresiasi langkah Dispendukcapil yang mendekatkan layanan kependudukan ke lingkungan sekolah. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk literasi administrasi kependudukan yang penting bagi generasi muda.
“Kami mendorong seluruh pelajar usia 16 dan 17 tahun di Kabupaten Blitar untuk segera melakukan perekaman KTP dan aktivasi IKD. Ini penting agar mereka siap secara administrasi, baik untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun mengakses layanan digital ke depan,” ujar Beky.
Menurutnya, IKD adalah langkah maju menuju transformasi pelayanan publik digital. Dengan IKD, warga dapat membawa identitas kependudukannya dalam genggaman, melalui aplikasi resmi yang disediakan pemerintah. Beky berharap, ke depan layanan serupa bisa menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga seluruh pelajar Blitar bisa terliterasi secara digital sejak dini.
Kepala SMKN 1 Udanawu, Drs. Maryani, M.Pd.I., menyambut baik kolaborasi lintas dinas ini. Menurutnya, layanan perekaman KTP dan aktivasi IKD di sekolah sangat membantu peserta didik, terutama yang berasal dari daerah pelosok.
“Kami merasa terbantu dengan program ini. Siswa tidak perlu repot ke kantor kecamatan atau ke Kanigoro, cukup di sekolah mereka sudah bisa mendapatkan layanan kependudukan. Ini sangat efektif dan edukatif,” ucapnya.
Baca Juga : Petani Belajar Prancak 95: Blitar Selatan Jadi Kawasan Tembakau Unggulan Baru
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal administrasi, tapi juga bagian dari pendidikan karakter.
“Ketika siswa dilibatkan dalam proses administratif yang nyata, mereka belajar menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya,” tuturnya.
Kegiatan perekaman massal di SMKN 1 Udanawu menjadi penanda bahwa pelayanan publik tidak lagi harus menunggu warga datang ke kantor pemerintahan. Dengan strategi jemput bola dan pendekatan kolaboratif, pelayanan kini hadir di ruang-ruang pendidikan—mendekat, menyentuh, dan membentuk generasi digital yang melek administrasi dan siap bersaing di masa depan.
Kominfo Goes to School: Literasi Digital dan Wirausaha Jadi Bekal Siswa SMK
Pemerintah Kabupaten Blitar terus memperkuat pendidikan karakter dan literasi digital di kalangan pelajar. Melalui program Kominfo Goes to School yang digelar Selasa (15/7/2025) di SMKN 1 Udanawu, Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdhihansah mendorong generasi muda tak hanya melek teknologi, tapi juga siap berwirausaha dan bijak bermedia sosial.
Dalam sambutannya, Wabup Beky menegaskan pentingnya peran pelajar SMK sebagai agen perubahan di era digital. Ia menyebut, lulusan SMK memiliki peluang besar bukan hanya di dunia kerja formal, tetapi juga sebagai wirausaha kreatif berbasis teknologi. “SMK harus membangun tradisi wirausaha sejak di bangku sekolah,” ujarnya di hadapan ratusan siswa.
Acara yang diinisiasi Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Blitar ini mengusung tema Jadi Pemuda yang Kreatif, Mandiri, dan Bijak dalam Bersosmed? Siapa Takut?. Lewat forum ini, para siswa diajak memahami peran penting media sosial sebagai ruang ekspresi sekaligus ladang promosi potensi lokal seperti pariwisata, UMKM, dan kuliner khas Blitar.
Wabup juga mengingatkan tantangan generasi Z dan Alfa yang lahir di tengah derasnya arus informasi digital. Ia berharap siswa mampu menyeimbangkan kehidupan maya dan nyata agar tak menjadi apatis terhadap lingkungan sekitar. “Kalian adalah influencer masa depan. Gunakan teknologi untuk hal positif, jangan terjebak konten kekerasan atau hoaks,” pesannya.
Program tahunan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi untuk membekali siswa dengan keterampilan digital, keamanan berinternet, dan etika komunikasi daring. Pemerintah berharap, melalui pendekatan edukatif seperti ini, pelajar SMK mampu menjadi generasi yang adaptif, produktif, dan berkarakter.