JATIMTIMES - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat masih belum memutuskan sikap terkait fatwa haram yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait sound horeg. Fatwa tersebut muncul setelah banyak sorotan terkait festival yang kerap menggunakan sound system berkapasitas besar tersebut.
Di Kota Malang, penggunaan sound horeg dalam sejumlah acara juga kerap ditemui. Biasanya dapat ditemui dalam sebuah acara karnaval. Terbaru, penggunaan sound horeg juga ditemukan pada acara bersih desa di beberapa kelurahan Kota Malang.
Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Dukung Kehadiran Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan
"Itu kan dari masyarakat, panitia juga masyarakat. Selama ini kalau bersih desa di kelurahan, apalagi ini suroan, jadi saya akan lihat langsung permasalahannya di mana," ujar Wahyu, Senin (14/7/2025).
Wahyu mengaku bahwa saat ini sudah ada pembahasan untuk kemungkinan adanya regulasi terkait penggunaan sound horeg di Kota Malang. Namun menurutnya, aturan akan diawali dari Gubernur Jawa Timur.
"Kita kemarin sudah ada pembahasan. Nanti gubernur akan membuat aturan terkait dengan sound horeg. Iya karena ini ada beberapa yang dilakukan mulai dari provinsi," tutur Wahyu.
Dirinya pun juga telah bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Dalam pertemuan itu, ada pembahasan sejumlah regulasi terkait fatwa haram tersebut.
"Sekarang kita minta kepada panitia, ini kan di tingkat kelurahan, panitia masyarakat, yang menikmati juga masyarakat. Nanti kita akan lihat sejauh mana regulasinya," pungkas Wahyu.
Sementara sebelumnya, penggunaan sound horeg dalam kegiatan bersih desa di Kota Malang diduga sempat menyebabkan kericuhan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/7/2025) kemarin.
Baca Juga : Lahan Pertanian Terus Susut, Fraksi PDIP DPRD Jatim Dorong Penegakan Tata Ruang
Dalam rangkaian kegiatan Bersih Desa 2025 di Mulyorejo, terdapat dua agenda utama. Pertama, pawai festival budaya yang digelar di Jalan Raya Mulyorejo pada Minggu (13/7/2025), dan kedua, pertunjukan ludruk Kartolo Cs serta wayang kulit yang akan berlangsung Selasa malam (15/7/2025).
Lurah Mulyorejo Siswanto Heru Suparnadi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kericuhan. Namun ia mendengar bahwa masalah dipicu oleh penggunaan sound system yang terlalu keras saat pawai berlangsung.
"Ya namanya sound kan begitu. Kemarin kan ya sudah diinformasikan, ya jangan sampai dibunyikan di depan rumahnya orang," tuturnya.