free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Kopenhagen Geser Wina Jadi Kota Paling Nyaman Buat Tempat Tinggal di Dunia 2025

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

17 - Jun - 2025, 20:38

Loading Placeholder
Copenhagen, Ibu kota Denmark dinobatkan sebagai kota paling ternyaman untuk ditinggali di dunia versi 2025. (Foto: tripadvisor)

JATIMTIMES - Gelar kota paling nyaman untuk ditinggali di dunia kini dipegang oleh Copenhagen. Ibu kota Denmark itu berhasil menggeser Wina, Austria, yang selama tiga tahun terakhir menduduki peringkat pertama dalam daftar tahunan dari Economist Intelligence Unit (EIU).

Laporan ini menilai 173 kota di dunia berdasarkan lima kategori. Di antaranya stabilitas, layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lingkungan. Kopenhagen meraih nilai sempurna di tiga kategori utama, yang meliputi stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur.

Baca Juga : Kronologi Kasus Korupsi Wilmar Group yang Catatkan Kerugian Negara Rp11,8 Triliun

Sementara Wina harus puas turun ke peringkat dua bersama Zurich, Swiss. Turunnya posisi Wina disebabkan oleh penurunan skor stabilitas.

EIU menyebut skor stabilitas Wina turun karena beberapa kejadian, termasuk ancaman bom yang sempat terjadi saat konser Taylor Swift tahun lalu. Konser itu akhirnya dibatalkan demi alasan keamanan.

"Tekanan pada stabilitas membuat Wina kehilangan posisi teratas setelah tiga tahun," ujar Barsali Bhattacharyya, Deputy Industry Director EIU, dalam pernyataan resminya, dikutip CNN Travel, Selasa (17/6/2025). 

Secara umum, menurut EIU, skor stabilitas memang mengalami penurunan di berbagai kota besar dunia dibanding tahun lalu.

Berikut daftar 10 besar kota paling layak huni di dunia versi EIU 2025:
• Kopenhagen, Denmark
• Wina, Austria
• Zurich, Swiss
• Melbourne, Australia
• Jenewa, Swiss
• Sydney, Australia
• Osaka, Jepang
• Auckland, Selandia Baru
• Adelaide, Australia
• Vancouver, Kanada

Australia mendominasi daftar dengan tiga kota sekaligus, Melbourne, Sydney, dan Adelaide. Sementara Jepang dan Selandia Baru masuk lewat Osaka dan Auckland.

Sementara itu, beberapa kota di Kanada turun peringkat karena skor layanan kesehatannya menurun. Calgary, yang sebelumnya ada di peringkat 5 pada 2024, kini turun ke posisi 18. Toronto juga turun dari peringkat 12 ke 16.

“Hal ini terjadi karena antrean panjang untuk pemeriksaan medis, serta kekurangan tenaga kesehatan di rumah sakit,” jelas Bhattacharyya kepada CNN Travel.

Meski begitu, Bhattacharyya menegaskan bahwa kota-kota di Kanada tetap termasuk kota yang nyaman ditinggali secara umum.

Di sisi lain, Honolulu menjadi kota dengan peringkat tertinggi dari Amerika Serikat, berada di posisi ke-23. Kota-kota besar seperti New York atau Los Angeles justru berada di bawah karena tantangan pada infrastruktur publik.

Baca Juga : Hadiri Pelantikan Rektor Unair, Wali Kota Surabaya Perkuat Komitmen Kolaborasi untuk Masyarakat

Sementara di Inggris, kota-kota seperti London, Manchester, dan Edinburgh juga turun peringkat akibat penurunan skor stabilitas. London turun ke posisi 54, Manchester ke 52, dan Edinburgh ke 64.

Penurunan ini disebut berkaitan dengan kerusuhan sosial yang terjadi tahun lalu, menyusul kampanye informasi palsu soal imigrasi setelah insiden penusukan di Southport, Inggris.

Ada kabar positif juga dari Indonesia. Jakarta naik 10 peringkat, dari posisi 142 ke 132. Kenaikan ini terjadi karena meningkatnya skor stabilitas.

Kota Al Khobar di Arab Saudi juga mencatat peningkatan 13 posisi, dari 148 ke 135. Kenaikan peringkat ini disebut karena investasi negara tersebut dalam layanan kesehatan dan pendidikan melalui program Vision 2030.

Sebaliknya, posisi paling tidak nyaman jatuh pada kota-kota di wilayah konflik. Damaskus di Suriah tetap menjadi kota paling tidak layak huni, disusul Tripoli (Libya), Dhaka (Bangladesh), Karachi (Pakistan), dan Algiers (Aljazair).

Bhattacharyya menyebut, meski ada peningkatan di bidang kesehatan dan pendidikan di beberapa wilayah, penurunan skor stabilitas di banyak kota menyebabkan skor keseluruhan global cenderung stagnan.

“Asia juga terkena dampaknya tahun ini karena meningkatnya ancaman konflik, terutama di India dan Taiwan,” tambah Bhattacharyya. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

--- Iklan Sponsor ---