free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Mengapa Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Baru Digelar Setelah Empat Bulan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

03 - Jul - 2026, 18:53

Loading Placeholder
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya mulai digelar setelah tertunda lebih dari empat bulan sejak kematiannya. Khamenei dijadwalkan dimakamkan pada 9 Juli 2026, meski ia dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Lamanya penundaan tersebut menarik perhatian publik. Sebab, dalam ajaran Islam, jenazah pada umumnya dimakamkan sesegera mungkin setelah dimandikan, dikafani, dan disalatkan. Lantas, mengapa pemakaman Khamenei baru dilaksanakan beberapa bulan kemudian?

Baca Juga : Ditanya Soal Teknis Kerja Sama, Diskominfo Situbondo Siap Buka Anggaran Publikasi Media

Situasi Perang Jadi Penyebab Utama

Berdasarkan laporan NDTV World, pemerintah Iran sebenarnya telah merencanakan pemakaman pada awal Maret 2026. Namun, rencana tersebut ditunda karena situasi keamanan belum memungkinkan.

Saat itu, konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung. Ancaman serangan udara serta kondisi keamanan yang belum stabil dinilai terlalu berisiko untuk menggelar upacara yang diperkirakan dihadiri jutaan orang.

Prosesi pemakaman baru mulai dipersiapkan setelah tercapai gencatan senjata sementara dan situasi di dalam negeri dianggap lebih kondusif.

Rangkaian Pemakaman Digelar Selama Enam Hari

Setelah kondisi keamanan membaik, pemerintah Iran mulai menyusun rangkaian penghormatan terakhir.

Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip sejumlah pejabat Iran tanpa menyebutkan identitasnya, prosesi penghormatan akan dimulai pada 4 Juli 2026 di Teheran dan Kota Suci Qom. Selanjutnya, iring-iringan jenazah akan dibawa ke sejumlah kota penting bagi umat Syiah sebelum dimakamkan pada 9 Juli 2026.

Sementara itu, AP News melaporkan rangkaian penghormatan juga akan berlangsung di Karbala, Najaf, dan Mashhad. Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad, yang merupakan kota kelahirannya.

Selain mempertimbangkan faktor keamanan, waktu pemakaman juga disesuaikan dengan kalender keagamaan Syiah.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan panitia sengaja menjadwalkan pemakaman setelah sepuluh hari pertama bulan Muharam. Periode tersebut merupakan masa berkabung bagi umat Syiah untuk mengenang gugurnya Imam Husain dalam Pertempuran Karbala.

Pemilihan waktu itu disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang selama ini dijunjung tinggi oleh Khamenei.

Meski demikian, Muharam bukan penyebab utama tertundanya pemakaman selama empat bulan. Penundaan awal terjadi akibat perang, sedangkan penyesuaian jadwal dilakukan agar prosesi pemakaman tidak bertepatan dengan puncak peringatan Muharam.

Di Mana Jenazah Khamenei Disimpan Selama Empat Bulan?

Pemerintah Iran hingga kini tidak mengungkap secara resmi lokasi penyimpanan jenazah Khamenei selama masa penundaan tersebut.

Pejabat hanya menyatakan bahwa jenazah dirawat sesuai ketentuan agama dan aturan hukum.

Dalam laporannya, NDTV World mengutip analis kontraterorisme Mohammed Omar yang memperkirakan jenazah disimpan di fasilitas pendingin, bukan diawetkan melalui proses pembalseman.

"Hukum Syiah memungkinkan penundaan pemakaman dan pengawetan dengan pendinginan dalam kasus luar biasa, dan pengecualian keagamaan untuk seorang pemimpin tertinggi mudah diperoleh," ujarnya.

Namun, pendapat tersebut merupakan analisis pakar dan bukan konfirmasi resmi dari pemerintah Iran.

Baca Juga : Nikah Syighar, Praktik Pernikahan yang Bertentangan dengan Tujuan Syariat

Rumor bahwa jenazah sempat dimakamkan sementara juga sempat beredar. Akan tetapi, pemerintah Iran membantah kabar tersebut dan menegaskan penundaan sepenuhnya disebabkan oleh situasi perang.

Bagaimana Pandangan Islam?

Dalam ajaran Islam, pengurusan jenazah pada dasarnya dianjurkan untuk segera dilakukan.

Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa penundaan tetap diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti proses penyelidikan, autopsi, menunggu kedatangan wali, atau keadaan darurat, selama kondisi jenazah tetap terjaga.

Syekh M Khatib As-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj, sebagaimana dikutip NU Online, menjelaskan bahwa salat dan pemakaman jenazah tidak dianjurkan ditunda hanya demi menambah jumlah pelayat. Namun, penundaan masih dibolehkan apabila menunggu wali jenazah selama tidak menimbulkan perubahan pada kondisi fisik jenazah.

Di sisi lain, penundaan pemakaman hingga berbulan-bulan juga bukan merupakan praktik umum dalam mazhab Syiah. Dalam pedoman fikih Syiah Islamic Law karya al-Sayyid Ali al-Husayni al-Sistani yang diterjemahkan Mohammed Ali Ismail, memang dijelaskan bahwa jenazah dapat dipindahkan ke kota lain atau tempat suci untuk dimakamkan. Namun, pedoman tersebut tidak menjadikan penundaan panjang sebagai tradisi yang dianjurkan.

Pemakaman Jadi Panggung Persatuan Politik

Di luar aspek keagamaan, prosesi pemakaman Khamenei juga dinilai memiliki makna politik yang kuat.

Pemerintah Iran ingin menunjukkan bahwa Republik Islam masih memiliki dukungan masyarakat setelah menghadapi perang dengan Amerika Serikat dan Israel serta berbagai gejolak politik di dalam negeri.

Imam Salat Jumat Qom, Ayatollah Mohammad Saidi, menyebut kehadiran masyarakat dalam prosesi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap negara.

"Kehadiran publik yang besar dalam prosesi pemakaman pemimpin syahid dan para syuhada lainnya pada dasarnya akan menjadi referendum lain bagi Republik Islam," kata Saidi, seperti dikutip NDTV, Jumat (3/7/2026).

Pemerintah Iran dilaporkan menyiapkan transportasi, konsumsi, hingga akomodasi bagi para pelayat. Rangkaian prosesi pemakaman selama enam hari juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Sementara itu, The Guardian menilai skala upacara tersebut dirancang untuk menyampaikan pesan persatuan, ketahanan, dan perlawanan Iran kepada dunia internasional.

Dengan demikian, penundaan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei bukan semata-mata karena pertimbangan keagamaan. Faktor keamanan akibat perang menjadi alasan utama, sementara penyesuaian dengan kalender keagamaan Syiah dan pesan politik pemerintah Iran turut membentuk rangkaian prosesi penghormatan terakhir tersebut.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---