free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Lindsey Graham Meninggal Usai Kunjungan ke Ukraina, Iran Beri Respons Tajam

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Jul - 2026, 18:47

Loading Placeholder
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Kabar meninggalnya Senator Amerika Serikat Lindsey Graham memicu berbagai spekulasi di tengah hubungan geopolitik yang memanas antara AS, Rusia, dan Iran. Senator senior Partai Republik asal South Carolina itu meninggal dunia secara mendadak setelah melakukan kunjungan ke Ukraina.

Lindsey Graham meninggal pada Sabtu malam (11/7/2026) waktu Amerika Serikat dalam usia 71 tahun. Berdasarkan keterangan dari kantor resminya, Graham meninggal akibat "sakit mendadak". Namun, karena kematiannya terjadi sehari setelah perjalanan ke Kyiv, sejumlah dugaan dan teori konspirasi mulai bermunculan di publik.

Baca Juga : Home Visit PKM Mangli Jadi Layanan Jemput Bola Pasien Lansia

Dilansir dari AFP, Senin (13/7/2026), tidak ada laporan mengenai gangguan kesehatan yang dialami Graham sebelum melakukan kunjungan ke Ukraina. Dalam perjalanan tersebut, Graham bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat (10/7/2026).

Pemerintah Iran turut memberikan tanggapan terkait meninggalnya Graham. Teheran menyebut senator yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel dan pengkritik keras Iran itu sebagai sosok yang memiliki pandangan agresif terhadap negaranya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan masyarakat Iran tidak akan merasa kehilangan atas kepergian Graham.

"Rakyat kami tidak akan berduka untuk sosok yang filosofi hidupnya adalah agresi dan intimidasi," ujar Baghaei dalam pernyataannya yang dikutip AFP Senin (13/7/2026).

Ia juga menyebut Graham sebagai figur yang memiliki "niat jahat" selama menjalankan aktivitas politiknya.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah sejumlah media televisi pemerintah Iran secara terbuka menyambut kabar kematian Graham dalam siarannya.

Lindsey Graham dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Presiden Donald Trump. Setelah kabar kematiannya, Trump menyampaikan penghormatan dan menyebut Graham sebagai "patriot Amerika sejati".

Trump mengatakan sosok Graham akan sangat dirindukan karena selama ini menjadi salah satu pendukung utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Baca Juga : Pimpinan DPRD Surabaya Hormati Keputusan Wali Kota Soal Mutasi Pejabat

Semasa hidupnya, Graham dikenal memiliki sikap keras terhadap sejumlah negara, terutama Iran. Ia pernah mendukung invasi militer Amerika Serikat ke Irak dan berulang kali menyerukan tindakan militer terhadap Teheran.

Graham juga merupakan pendukung kuat Israel serta mendukung kebijakan Trump dalam menghadapi Iran. Bahkan, dalam wawancara dengan CBS bulan lalu, ia menyatakan Amerika Serikat akan "meluluhlantakkan" Iran jika negara tersebut tidak mengikuti kebijakan AS terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Graham.

Netanyahu menyebut Graham sebagai salah satu sahabat terbesar Israel. Selama karier politiknya, Graham memang dikenal sebagai tokoh Amerika yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah Israel dan konsisten memberikan dukungan terhadap negara tersebut.

Meski penyebab resmi kematian Graham disebut karena sakit mendadak, waktu kematiannya yang berdekatan dengan kunjungan ke Ukraina membuat sejumlah pihak mengaitkannya dengan kemungkinan campur tangan pihak asing.

Namun hingga saat ini, belum ada bukti atau pernyataan resmi dari pihak berwenang yang menunjukkan adanya keterlibatan Rusia, Iran, maupun pihak lain dalam kematian Senator Lindsey Graham. Otoritas masih menyebut penyebab kematiannya sesuai dengan keterangan awal, yakni akibat kondisi kesehatan yang terjadi secara tiba-tiba.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---