JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyambut tim juri Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) Provinsi Jawa Timur 2025 di Ruang Sidang Balai Kota Malang. Rombongan tim juri langsung diterima oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat beserta sejumlah kepala OPD.
Wahyu Hidayat dalam sambutannya mengaku sangat bersyukur karena Kelurahan Bunulrejo mampu lolos ke babak tiga besar Lomdeskel Provinsi Jawa Timur 2025. Meski sebelumnya, harus berjuang pada tahap paparan yang digelar di salah satu ruang rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Lepas 467 Siswa Angkatan 46, MAN Kota Batu Cetak Generasi yang Siap Hadapi Tantangan Bangsa
“Kami bersyukur Kelurahan Bunulrejo mampu lolos dari tahap paparan,” ujar Wahyu.
Wahyu pun menyadari saat ini tim juri akan melihat secara detail kondisi Kelurahan Bunulrejo bedasarkan hasil paparan beberapa waktu lalu. Dan Wahyu pun berharap tim juri akan melakukan penilaian dengan obyektif.
“Ini merupakan cermin dan kerja nyata serta kolaborasi berbagai pihak dalam melakukan pembangunan. Dan hasilnya, Kelurahan Bunulrejo mampu lolos babak tiga besar Lomdeskel Provinsi Jatim,” ungkap Wahyu.

Sementara itu, Kepala DPMD Jawa Timur, Budi Sarwoto mengapresiasi Kota Malang yang berhasil masuk nominasi babak tiga besar Lomdeskel Provinsi Jatim 2025. Menurutnya, tim juri telah melihat mulai dari administrasi, dan telah memenuhi ekspetasi.
“Dari 28 kota yang ikut, Kelurahan Bunulrejo akhirnya berhasil masuk pada tiga besar,” ujar Budi.
Di sisi lain, Budi mengapresiasi sejumlah inovasi dan potensi dari Kelurahan Bunulrejo. Mulai dari sambat online, aplikasi Siarah hingga peternakan di tengah Kota Malang.
Baca Juga : Daftar Pemain Andalan China yang Bisa Sulitkan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Ini luar biasa sekali, di tengah kota ada perternakan. Mudah-mudahan nanti tim juri bisa melihat seperti apa urban farming hingga peternakan. Kami akan melihat secara langsung, bagaimana dalam paparan, apakah sesuai, apakah lebih indah dari paparan atau justru sebaliknya,” tukas Budi.