free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Terungkapnya Rahasia Ibadah Malam: Kisah Budak Saleh yang Menyentuh Kalbu

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - May - 2025, 09:31

Loading Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Kisah seorang budak pada masa lampau menginspirasi umat muslim. Terdapat seorang budak yang keteguhan imannya memancarkan cahaya ilahi, sebuah rahasia yang ia coba sembunyikan hingga akhir hayatnya. 

Kisah ini, yang terdokumentasikan dengan apik oleh Syaikh Shihabuddin Al-Qalyubi dalam kitabnya An-Nawadir, dan dialihbahasakan oleh Hosen Arjaz Jamad serta Sahli Ismail, menyajikan potret ketulusan ibadah yang melampaui batas keduniawian.

Baca Juga : Mau Wisata di Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus? Cek Cuaca Jawa Timur di Sini

Alkisah, pada suatu zaman, seorang pria terpandang memutuskan untuk menambah abdi di kediamannya dengan membeli seorang budak belia. Namun, tak disangka, budak yang baru saja menjadi miliknya ini bukanlah sosok biasa. Pada hari pertamanya menginjakkan kaki di rumah sang tuan, ia mengajukan tiga permintaan yang menjadi landasan pengabdiannya.

"Wahai Tuanku," ujar sang budak dengan penuh hormat, "hamba memiliki tiga permohonan yang kiranya dapat Tuan kabulkan. Pertama, izinkanlah hamba untuk tidak terhalang menunaikan salat ketika waktunya tiba. Kedua, mohon pekerjakanlah hamba sebatas pada siang hari. Dan yang ketiga, berikanlah hamba sebuah bilik terpisah, sebuah gubuk kecil yang tak seorang pun diperkenankan memasukinya kecuali diri hamba."

Permintaan tersebut, meski sederhana, menyiratkan kedalaman spiritual sang budak. Setelah mendapatkan persetujuan, ia pun berkeliling mencari tempat yang sesuai untuk bilik pribadinya. Pilihannya jatuh pada sebuah gubuk tua yang memiliki mihrab, sebuah ceruk yang biasa digunakan sebagai penunjuk arah kiblat.

Ketika ditanya oleh tuannya mengenai pilihan yang tak lazim itu, sang budak menjawab dengan tenang, "Tuanku, sejauh pemahaman hamba, gubuk yang dilengkapi mihrab adalah tempat yang paling mulia untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah." Sejak saat itu, hari-harinya diisi dengan pelayanan tanpa cela kepada keluarga tuannya, sementara malam-malamnya ia habiskan dalam keheningan gubuk bermihrab tersebut, tenggelam dalam ibadah yang ia rahasiakan dari seluruh dunia.

Suatu malam, suasana di rumah sang tuan begitu semarak. Pesta pora dengan hidangan berlimpah, minuman keras, dan perjudian berlangsung hingga larut. Setelah para tamu berangsur pulang dan keheningan kembali menyelimuti, sang tuan menyempatkan diri untuk berkeliling pekarangan. Langkahnya terhenti seketika. Matanya terpaku pada pemandangan menakjubkan: seberkas cahaya surgawi turun dari angkasa, menyinari tepat gubuk tempat budaknya bersemayam.

Dengan rasa penasaran yang membuncah, ia mendekat dan mengintip. Di dalam sana, ia menyaksikan budaknya tengah bersujud khusyuk, larut dalam munajat kepada Sang Pencipta. "Duhai Tuhanku," bisik sang budak dalam doanya, "pada siang hari, hamba terikat kewajiban untuk melayani tuanku. Andai saja hamba tidak terbebani dengan tugas ini, niscaya seluruh waktu hamba, siang dan malam, akan hamba persembahkan hanya untuk mengabdi kepada-Mu. Maka, wahai Tuhanku, jadikanlah kesibukanku ini sebagai uzur bagi hamba di hadapan-Mu."

Cahaya misterius itu tak beranjak dari atas gubuk hingga fajar menyingsing. Pagi harinya, dengan hati yang masih diliputi keheranan, sang tuan segera menceritakan peristiwa gaib tersebut kepada istrinya. Mereka berdua sepakat untuk membuktikannya. Menjelang malam berikutnya, pasangan suami istri itu mengendap-endap menuju gubuk sang budak. Betapa terkejutnya mereka, pemandangan serupa terulang kembali; cahaya ilahi itu kembali hadir, memayungi sang budak yang tengah khusyuk dalam ibadahnya.

Baca Juga : Jaga Transparansi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Selain Lewat CINTA, Pemkab Jember Wajibkan Kios Pajang Data

Saat fajar merekah, tanpa menunggu lebih lama, sang tuan memanggil budaknya. Dengan suara bergetar menahan haru dan kekaguman, ia berkata, "Mulai detik ini, engkau kami bebaskan. Pergilah, agar engkau tidak lagi terganggu dalam hubunganmu dengan Tuhanmu."

Mendengar ucapan yang tak pernah ia bayangkan itu, sang budak terdiam, air mata haru membasahi pipinya. Ia kemudian mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa terakhirnya, "Ya Allah! Hamba senantiasa bermunajat kepada-Mu agar Engkau berkenan menjaga kerahasiaan keadaan hamba ini. Namun, kini setelah Engkau menyingkapkannya."

Belum lagi doa itu selesai terucap, tubuh budak yang baru saja merasakan kemerdekaan itu lunglai dan jatuh pingsan. Tak lama berselang, ia menghembuskan napas terakhirnya, kembali ke haribaan Ilahi. Innalillahi wa innailaihi raji'un.

Menutup kisah yang penuh ibrah ini, Syaikh Shihabuddin Al-Qalyubi memberikan sebuah catatan perenungan. Beliau menyatakan bahwa budak tersebut sejatinya telah berupaya sekuat tenaga untuk menyembunyikan amalan malamnya. Akan tetapi, Allah Yang Maha Berkehendak memiliki rencana lain, menyingkap tirai rahasia itu sebagai pelajaran bagi umat manusia tentang ketulusan dan kemuliaan seorang hamba yang tersembunyi. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---