JATIMTIMES - PLN berkomitmen untuk turut memberikan dukungan terhadap pertumbuhan industri kreatif di Kota Malang. Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut atas apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada pertumbuhan industri kreatif di wilayah Malang.
Dalam hal ini, Manajer PLN UP3 Malang Agung Wibowo juga telah mendapat arahan langsung dari PLN UPD Jawa Timur atas hal tersebut. Terutama untuk mendukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dan Malang Creative Center sebagai inkubator bagi 17 subsektor ekraf di Kota Malang.
Baca Juga : Batu Asat: Keresahan Kolektif Pemuda di Kota Batu ketika Sumber Mata Air Menyusut Drastis
"Di Malang Raya pastinya ada KEK Singhasari dan MCC yang harus dibackup. Kemarin arahan dari bapak general manager di Surabaya, bahwasanya kami harus mendukung penuh," ujar Agung, Rabu (30/4/2025).
Upaya pertama yang dilakukan adalah berkaitan dengan keandalan pasokan listrik dari PLN UP3 Malang. Dalam hal ini, pihaknya berkomitmen untuk sebisa mungkin menghindari adanya pemadaman listrik, terutama untuk kebutuhan industri kreatif.
"Misal ada (pelaku) industri kreatif yang butuh pasokan listrik yang tidak pernah padam pun kami siap. Jadi, yang pertama keandalan sistem kelistrikan yang pasti kami jaga," terang Agung.
Yang kedua berkaitan dengan daftar tunggu. Agung mengatakan, wilayah Malang merupakan salah satu daerah dengan tingkat daftar tunggu yang cukup tinggi. Artinya, masih banyak pemohon sambungan listrik yang masih belum terlayani.
"Kami upayakan daftar tunggu itu bisa dilayani secepat mungkin. Kalau bisa dieksekusi selama dua hari. Dimana pun tempat yang butuh sebagai industri kreatif terkadang kami juga tidak tahu," jelasnya.
Terkait hal ini, salah satu kendala yang dihadapi adalah lokasi pengajuan sambungan listrik yang berada jauh dari lokasi jaringan listrik eksisting PLN. Sehingga agar teraliri listrik, PLN masih harus membangun instalasi jarinan baru yang membutuhkan waktu lebih lama.
"Tapi kalau lokasinya berdekatan dengan jaringan eksisting akan kami percepat. Intinya bagaimana agar pasokan listrik, dan daftar tunggu ini dapat tereksekusi dengan cepat. Termasuk jika di dalamnya ternyata juga ada pelaku industri kreatif," tuturnya.
Upaya ketiga yakni berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan charging station. Agung menjelaskan, terkadang tidak menutup kemungkinan ada beberapa pelaku industri kreatif yang mulai beralih dan menggunakan electric vehicle (EV).
Baca Juga : Wamendagri Bima Arya Persilahkan Pemda Usulkan Pembentukan Dinas Ekraf
Untuk mendukung kebutuhan industri yang lebih stabil, PLN UP3 Malang juga menyediakan layanan instalasi home charging station. Dengan instalasi yang terpisah dari instalasi listrik yang sudah lebih dulu ada.
"Barangkali untuk mempercepat, kami menyediakan (pemasangan) home charging yang ada di rumah. Ini potensi dan terpisah dari meteran listrik yang sudah tersambung," kata Agung.
Dukungan keempat yang dapat dilakukan oleh PLN UP3 Malang adalah dengan menggunakan skema corporate social responsibility. Menurut Agung, selama ini penyaluran CSR PLN UP3 Malang memang hanya masih dilakukan pada pemasangan sambungan listrik baru.
"Sementara ini yang kami layani adalah CSR sambungan baru gratis. Nah saat ini yang disasar adalah pihak keluarga kurang mampu," imbuhnya.
Namun demikian, tak menutup kemungkinan hal tersebut dapat diarahkan untuk menunjang kebutuhan pelaku industri kreatif. Meskipun secara teknis, untuk pelaksanaannya ia masih harus menunggu arahan dari PLN pusat.
"Namun tak menutup kemungkinan, karena kemarin ada pak menteri lansung ketemu Pak Wali Kota, kalau ada arahan langsung dari pemangku kepentingan, akan bisa lebih cepat dilayani," pungkasnya.