JATIMTIMES – Digitalisasi telah menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menyadari pentingnya hal ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menggandeng Smartfren Community Blitar untuk mengadakan Forum Kemisan Batch Tiga.
Forum yang telah berlangsung sejak awal tahun ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam menciptakan konten digital yang menarik.
Baca Juga : Mbak Vinanda Paparkan Strategi Pengendalian Inflasi di High Level Meeting TPID
Pada edisi terakhir yang digelar di Aula Majapahit Unisba Blitar, Kamis (20/3/2025), tema yang diangkat adalah “Rahasia Bikin Konten Jualan Menarik”. Kegiatan ini menghadirkan Nur Syarifa Indah, S.IP., M.Si., dosen Ilmu Komunikasi Unisba Blitar, sebagai pemateri, dengan Anita Reta Kusumawijayanti, S.IP., M.I.Kom. sebagai moderator. Sekitar 50 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM di Blitar Raya mengikuti sesi ini dengan antusias.
Kaprodi Ilmu Administrasi Negara Unisba Blitar, Eko Adi Susilo, S.E., M.M., menegaskan bahwa Forum Kemisan merupakan bagian dari upaya akademisi dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring antara mahasiswa, akademisi, dan komunitas lokal, tetapi juga diharapkan memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi daerah.
“Dengan adanya program ini, kami berharap UMKM di Blitar semakin melek digital dan mampu bersaing di era ekonomi kreatif. Kolaborasi ini adalah langkah kecil menuju perubahan besar,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi dukungan Smartfren Community Blitar yang telah membantu dalam penyelenggaraan forum selama tiga bulan terakhir.
Dalam sesi pemaparan, Nur Syarifa Indah menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pemasaran digital adalah merebut perhatian audiens dalam waktu singkat. Menurutnya, rata-rata pengguna internet hanya butuh kurang dari 10 detik untuk memutuskan apakah mereka akan melanjutkan menonton atau melewati sebuah konten.
“Ini artinya, di awal video kita harus bisa langsung menarik perhatian. Konten yang membosankan akan langsung dilewati,” jelasnya.
Ia pun membagikan sejumlah strategi dalam menentukan ide konten yang menarik. Salah satunya adalah melakukan riset tren dengan melihat video yang sedang viral dan memanfaatkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan pelaku UMKM untuk tetap orisinal sambil mengikuti perkembangan pasar.
“Tidak perlu selalu menciptakan hal baru. Kadang, cukup dengan mengemas ulang tren yang sudah ada, menyesuaikan dengan karakter produk dan target pasar,” tambahnya.
Tidak hanya sebatas teori, peserta Forum Kemisan Batch Tiga juga diajak langsung untuk membuat konten pemasaran bagi produk mereka. Dengan memanfaatkan ponsel dan aplikasi edit sederhana, mereka belajar bagaimana membuat video promosi yang efektif.
Baca Juga : Wali Kota Blitar Mas Ibin Ajak Insan Media Perkuat Sinergi dalam Buka Bersama di Balai Kota
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah dengan total Rp6 juta bagi konten terbaik. Program ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi peserta untuk terus mengasah keterampilan digital mereka.
Dengan berakhirnya Forum Kemisan Batch Tiga, Eko Adi Susilo berharap kolaborasi antara Unisba Blitar dan Smartfren Community tidak berhenti sampai di sini. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program edukasi digital bagi UMKM agar mereka tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.
“Harapan kami, ini bukan sekadar tiga bulan pelatihan, tetapi awal dari gerakan bersama untuk memperkuat UMKM di Blitar dengan literasi digital yang lebih baik,” pungkasnya.
Ke depan, Unisba Blitar berencana mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas, termasuk menggandeng lebih banyak mitra industri. Dengan begitu, para pelaku usaha di daerah dapat terus mendapatkan akses terhadap ilmu dan teknologi terbaru dalam pemasaran digital.