JATIMTIMES - Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H Tahun 2026 M masyarakat menggelar rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Bunyanur Rohman Selasa (25/8/2026).
Menurut Kepala Desa (Kades) Paspan Rizal Pahlevi, pihaknya bersyukur peringatan Maulid Nabi di Desa Paspan dimulai tadi pagi pukul 06.00 berakhir jam 09.00 tepat diawali dengan Asroqolan berlangsung dengan aman lancar dan sukses.
Baca Juga : Wayang Kulit Semarakkan Hari Jadi ke-702 Blitar, DPRD Dorong Pelestarian Budaya
Dia menuturkan setelah acara dzikir yang dipimpin para ulama Desa Paspan, sebelum pulang masing-masing warga mendapat satu ancak. "Kita langsung makan bareng-bareng dengan warga RT 1 RW 1 Dusun Krajan Desa Paspan Kecamatan Glagah Banyuwangi," ujarnya.
Kades Paspan berharap dengan berkah Maulid Nabi Muhammad umat Islam bisa meneladani perilaku Rasulullah SAW dalam menjalani hidup dan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam NKRI.
Sementara Salah Seorang Ulama Desa Paspan KH Marfu' Ali menuturkan rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desanya antara lain diisi dengan membaca zikir mulai awal sampai tuntas. Dzikir dan doa kurang lebih sekitar 2 jam setengah tadi mulai jam 06 .00 sampai dengan 08.30 WIB. Setelah itu warga yang hadir pulang dengan membawa ancak.
Menurut KH Marfu Ali, di desanya memperingati Maulid Nabi dengan membawa ancak merupakan tradisi yang ada mulai zaman dulu.
"Setelah niku nggih selesai. setelah doa kemudian bubar masing-masing lah. Setelah tanggal 12 Rabiul Awal biasanya kegiatan-kegiatan yang di musala-musala atau jamiah-jamiah atau di kelompok-kelompok masyarakat mengadakan secara mandiri," ujar KH Marfu' Ali.
Ketua MUI Kecamatan Glagah tersebut menambahkan umat Islam memperingati
Maulid Nabi dengan bermacam-macam bentuknya. Ada yang cuman serakalan tok, ada yang bentuk pengajian, ada yang akhir-akhir ini bentuk selawatan.
Baca Juga : 6 Bulan Perang AS-Iran, 20 Orang Tewas dalam 68 Insiden di Selat Hormuz
"Biasanya sampai di akhir bulan Rabiul Awal atau Maulid.Bahkan terkadang sampai lebih daripada itu," imbuh KH Marfu' Ali.
Dia menambahkan untuk mengisi tausiah
Kiai atau Ustadz penceramahnya kondisional.
Kalau yang umumnya yang tanggal 12 Rabiul Awal biasanya dari lokal saja. Ulama atau tokoh yang dituakan.
Materi yang disampaikan durasinya tidak terlalu lama."Kalau terlalu lama nanti malah mboten konsentrasi mereka-mereka itu. Seperti tahun ini ya langsung doa selesai tanpa ceramah," pungkas KH Marfu' Ali.