JATIMTIMES - Rebo Wekasan merupakan tradisi yang masih dijalankan sebagian masyarakat pada Rabu terakhir bulan Safar. Salah satu praktik yang dikenal adalah membuat jimat Rebo Wekasan dengan menuliskan ayat Al-Qur'an atau doa tertentu yang berkaitan dengan keselamatan.
Tulisan tersebut biasanya dibuat di atas kertas atau daun janur. Dalam praktik yang berkembang di masyarakat, kertas atau janur yang telah ditulisi ayat kemudian direndam ke dalam air. Air tersebut selanjutnya diminum atau digunakan untuk mandi sebagai bagian dari ikhtiar memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.
Baca Juga : HUT Arema ke-39, Wabup Lathifah Minta Generasi Muda Aremania Jadi Penggerak Perubahan
Tradisi ini juga diiringi dengan berbagai amalan lain, seperti doa bersama, sedekah, membaca Al-Qur'an, berdzikir hingga salat sunah.
Namun, perlu diketahui bahwa praktik Jimat Rebo Wekasan merupakan bagian dari tradisi masyarakat dan terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai hukum serta tata caranya.
Apa Itu Jimat Rebo Wekasan?
Jimat Rebo Wekasan merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut salah satu praktik dalam tradisi Rabu terakhir bulan Safar. Tulisan yang digunakan umumnya berupa ayat Al-Qur'an, doa, atau lafaz yang dianggap memiliki makna keselamatan.
Dalam sejumlah tradisi, terdapat ayat-ayat yang dikenal sebagai ayat salam atau ayat keselamatan. Ayat tersebut kemudian ditulis pada media tertentu sebagai bagian dari ikhtiar batin dan doa.
Tujuan utamanya adalah memohon kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan serta dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya.
Ayat Jimat Rebo Wekasan yang Dikenal dalam Tradisi
Dihimpun dari berbagai sumber, beberapa ayat Al-Qur'an yang dikenal dalam tradisi sebagai ayat salam atau keselamatan antara lain:
1. QS Yasin Ayat 58
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
Artinya:
"Salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang."
2. QS Ash-Shaffat Ayat 79
سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ
Artinya:
"Selamat sejahtera bagi Nuh di seluruh alam."
3. QS Ash-Shaffat Ayat 109
سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
Artinya:
"Selamat sejahtera bagi Ibrahim."
4. QS Ash-Shaffat Ayat 120
سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ
Artinya:
"Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun."
5. QS Ash-Shaffat Ayat 130
سَلَامٌ عَلَىٰ إِلْ يَاسِينَ
Artinya:
"Selamat sejahtera bagi Ilyas."
6. QS Az-Zumar Ayat 73
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ
Artinya:
"Keselamatan atasmu, berbahagialah kamu. Maka masukilah surga ini, kamu kekal di dalamnya."
7. QS Al-Qadr Ayat 5
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya:
"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."
Ayat-ayat tersebut dikenal dalam sebagian tradisi karena mengandung lafaz atau makna yang berkaitan dengan salam dan keselamatan.
Meski demikian, tidak ada ketentuan dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih yang secara khusus menetapkan tujuh atau delapan ayat tersebut sebagai jimat Rebo Wekasan. Karena itu, penggunaannya perlu ditempatkan sebagai bagian dari tradisi atau bentuk ikhtiar yang berkembang di masyarakat, bukan sebagai ibadah wajib.
Baca Juga : Penutupan Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus 2026, Ini Update Kondisinya
Bagaimana Praktik Air Jimat Rebo Wekasan?
Salah satu praktik yang dikenal adalah membuat air dari tulisan ayat atau doa.
Ayat yang dipilih ditulis pada kertas atau daun janur. Media tersebut kemudian direndam ke dalam air. Air yang telah digunakan dalam ritual tersebut kemudian diminum atau dipakai untuk mandi.
Bagi masyarakat yang menjalankan tradisi ini, air tersebut dipandang sebagai bagian dari ikhtiar untuk memohon keselamatan dan perlindungan.
Namun, keyakinan yang perlu diperhatikan adalah bahwa air, kertas, janur, maupun tulisan ayat tidak memiliki kekuatan sendiri. Pertolongan, manfaat, dan perlindungan tetap diyakini berasal dari Allah SWT.
Amalan Lain Saat Rebo Wekasan
Selain membuat air dari tulisan ayat, masyarakat yang menjalankan tradisi Rebo Wekasan biasanya melakukan sejumlah amalan lainnya.
Di antaranya:
• memperbanyak doa dan dzikir;
• membaca Al-Qur'an;
• bersedekah;
• menggelar doa bersama;
• melaksanakan salat sunah;
• memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.
Berbagai amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah sekaligus memohon agar dijauhkan dari musibah.
Bagaimana Hukum Jimat Rebo Wekasan?
Pandangan mengenai praktik Jimat Rebo Wekasan berbeda di kalangan ulama. Sebagian ulama membahas penggunaan ayat Al-Qur'an dalam konteks tabarruk, yakni mencari keberkahan melalui kalam Allah, selama seseorang tetap meyakini bahwa Allah SWT merupakan satu-satunya sumber pertolongan.
Di sisi lain, terdapat ulama yang mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam menggunakan istilah jimat. Hal ini karena keyakinan terhadap benda tertentu dapat menjadi masalah apabila seseorang menganggap benda tersebut mempunyai kekuatan gaib secara mandiri untuk mendatangkan manfaat atau menolak bahaya.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara ayat Al-Qur'an sebagai bacaan dan doa dengan benda yang dianggap mempunyai kekuatan tertentu.
Pembahasan mengenai tradisi Rebo Wekasan dan penggunaan ayat Al-Qur'an dalam praktik tersebut juga dapat ditemukan dalam berbagai kajian keislaman, termasuk yang dimuat Tebuireng Online.
Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai praktik jimat, Rebo Wekasan telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang berkembang di sejumlah daerah.
Momentum tersebut dapat diisi dengan kegiatan yang lebih bersifat spiritual, seperti membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Yang terpenting, setiap ikhtiar tetap ditempatkan dalam keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya pemberi keselamatan dan perlindungan.
Dengan demikian, masyarakat yang mengikuti tradisi Rebo Wekasan perlu memahami dasar praktik yang dilakukan serta memperhatikan pandangan ulama agar pelaksanaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akidah dan syariat Islam.