JATIMTIMES - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan membuat kondisi lingkungan semakin memprihatinkan. Cuaca panas dan minimnya hujan dapat membuat lahan menjadi kering sehingga api lebih mudah menyebar.
Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa manfaat, termasuk membantu membasahi lahan dan meredakan kebakaran. Doa memohon hujan juga pernah dipanjatkan Rasulullah SAW ketika masyarakat mengalami kekeringan.
Baca Juga : 4 Kawasan di Kota Batu Dipetakan Rawan Kebakaran Hutan
Hujan dalam ajaran Islam dipandang sebagai salah satu bentuk rahmat Allah SWT. Selain menjadi sumber kehidupan bagi manusia, air hujan juga memiliki peran penting bagi tumbuhan, hewan, tanah dan keseimbangan ekosistem.
Doa Memohon Hujan Deras
Dikutip dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd Rohim, terdapat doa yang dapat diamalkan ketika mengharapkan turunnya hujan.
Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii'an naafi'an ghoiro dhoorrin, 'aajilan ghoiro aajilin.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang deras, penuh ketenteraman, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat."
Doa tersebut sangat relevan dipanjatkan ketika masyarakat menghadapi kekeringan. Dalam konteks karhutla, umat Islam dapat memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat sehingga membantu mengurangi kondisi kering yang memperparah kebakaran.
Namun, doa tersebut tetap merupakan bentuk ikhtiar spiritual. Penanganan karhutla juga membutuhkan upaya nyata dari pemerintah, petugas pemadam, masyarakat dan seluruh pihak terkait.
Ada Juga Doa Istighatsah Memohon Hujan
Selain doa di atas, terdapat doa yang diriwayatkan dalam hadis ketika Rasulullah SAW meminta pertolongan Allah SWT agar hujan diturunkan.
Bacaannya:
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Latin: Allahumma aghitsnaa, Allahumma aghitsnaa, Allahumma aghitsnaa.
Artinya: "Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan."
Doa tersebut dapat menjadi salah satu amalan bagi umat Islam ketika kekeringan berlangsung cukup lama dan hujan belum juga turun.
Baca Juga : Karhutla yang Merambat ke Kota Batu Padam, Petugas Masih Lakukan Pemantauan
Kapan Doa Memohon Hujan Dibaca?
Mengutip buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat karya Ustaz Enjag Burhanudin Yusuf, doa memohon hujan dapat diperbanyak setelah melaksanakan salat Istisqa atau salat untuk meminta hujan.
Selain melalui salat Istisqa, umat Islam juga dapat berdoa pada waktu-waktu yang diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Ketika hujan akhirnya turun, umat Islam juga dianjurkan untuk mengingat bahwa hujan merupakan karunia Allah SWT.
Doa Saat Hujan Turun
Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk mengucapkan doa ketika hujan turun sebagai bentuk rasa syukur.
Bacaannya:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Latin: Muthirnaa bifadhlillaahi wa rahmatihi.
Artinya: "Kami diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya."
Doa tersebut berkaitan dengan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut dijelaskan pentingnya mengaitkan turunnya hujan dengan karunia dan rahmat Allah SWT, bukan dengan sebab-sebab yang bertentangan dengan akidah.
Hujan Diharapkan Membawa Manfaat, Bukan Bencana
Di tengah ancaman karhutla Kalimantan, turunnya hujan tentu sangat dinantikan. Hujan dapat membantu meningkatkan kelembapan tanah, membasahi vegetasi yang kering dan mendukung pemulihan sumber air.
Meski demikian, doa yang dipanjatkan hendaknya memohon hujan yang bermanfaat dan tidak menimbulkan mudarat. Sebab, hujan yang terlalu deras dalam waktu singkat juga dapat memicu bencana lain seperti banjir dan longsor.
Karena itu, doa memohon hujan tidak hanya meminta agar air turun dari langit, tetapi juga agar hujan tersebut menjadi rahmat, membawa manfaat dan membantu mengatasi kekeringan serta karhutla yang terjadi.