JATIMTIMES - Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat tanah menjadi kering, sumber air berkurang, hingga tanaman sulit tumbuh.
Dalam ajaran Islam, umat dianjurkan untuk berikhtiar sekaligus memohon pertolongan kepada Allah SWT. Salah satunya dengan memanjatkan doa meminta hujan agar air yang turun membawa manfaat bagi manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan.
Baca Juga : 4 Dosa yang Membuat Salat Tak Diterima Selama 40 Hari
Ada sejumlah doa yang dapat diamalkan ketika membutuhkan hujan. Dilansir dari NU online, berikut beberapa di antaranya.
1. Doa Meminta Hujan yang Berkah
Hujan merupakan rahmat Allah SWT. Namun, hujan yang diharapkan bukan sekadar hujan yang turun deras, melainkan hujan yang membawa manfaat dan tidak menimbulkan kerusakan.
Dikutip dari sumber yang merujuk riwayat Imam Malik bin Anas, berikut doa yang dapat dipanjatkan:
اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ
Allahummasqi 'ibaadaka wa bahaa-imaka wansyur rahmataka wa ahyi baladakal mayyit.
Artinya:
"Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu, hewan ternak, berilah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan bumi-Mu yang tandus."
Doa tersebut berisi permohonan agar hujan menjadi rahmat yang dapat menghidupkan kembali tanah yang kering serta memberikan manfaat bagi seluruh makhluk.
2. Doa Meminta Hujan yang Menyuburkan Tanah
Ketika kemarau menyebabkan tanah mengering, umat Islam juga dapat memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat bagi kehidupan.
Berikut bacaan doanya:
اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ
Allahummasqina ghaitsan mughiitsan mariyyan sarii'an naafi'an ghoiro dhurrin, 'aajilan ghoiro aajilin.
Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan deras yang penuh ketenteraman, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat."
Permohonan dalam doa ini bukan hanya agar hujan segera turun, tetapi juga supaya air yang diberikan membawa kebaikan dan tidak menimbulkan mudarat.
3. Doa Meminta Hujan Deras
Hujan yang turun saat musim kemarau terkadang belum cukup untuk mengatasi kekeringan. Karena itu, umat Islam dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang lebat, merata, dan membawa manfaat.
Salah satu doa yang dapat dibaca setelah salat istisqa adalah:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا
Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marī’an (riwayat lain: murī’an) ghadaqan mujallalan ‘aamman thabaqan sahhan dā’iman.
Artinya:
Baca Juga : 20 Prompt AI Gambar HUT ke-81 RI untuk 17 Agustus 2026, Menarik dan Mudah Dicoba
"Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi."
Doa ini menggambarkan harapan agar hujan yang turun dapat memenuhi kebutuhan makhluk hidup dan memberikan manfaat secara luas.
4. Doa Saat Menghadapi Kekeringan
Kekeringan yang berlangsung lama dapat membuat kondisi lingkungan semakin sulit. Tanah bisa menjadi retak, tanaman mengalami kekurangan air, sementara debit sungai dan sumber mata air ikut menurun.
Dalam keadaan tersebut, umat Islam dapat memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT. Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ
Lā ilāha illallāhul ‘azhīmul halīmu, lā ilāha illallāhu rabbul ‘arsyil ‘azhīmi, lā ilāha illallāhu rabus samāwāti wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karīmi.
Artinya:
"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, Tuhan bumi, dan Tuhan Arsy yang mulia."
Bacaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kebesaran Allah SWT sekaligus permohonan pertolongan ketika manusia menghadapi kesulitan.
5. Doa Rasulullah SAW Meminta Hujan
Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan dalam hadis, seorang Arab Badui datang ketika Rasulullah SAW sedang menyampaikan khotbah Jumat. Ia meminta kepada Rasulullah SAW agar memohon kepada Allah SWT supaya hujan diturunkan.
Rasulullah SAW kemudian berdoa. Hujan pun turun dan berlangsung selama beberapa waktu hingga masyarakat mengalami kesulitan akibat banyaknya air.
Salah satu doa yang diriwayatkan dalam peristiwa tersebut berbunyi:
اللهمّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا سَرِيْعًا مَرِيْعًا غَدَقًا طَبَقًا، عَاجِلًا غَيْرَ رَائِفٍ، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ تَمْلَأُ بِهِ الضَّرْعُ، وَيَنْبُتُ بِهِ الزَّرْعُ وَتُحْيِي بِهِ الْأَرْضُ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرِجُوْنَ
Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang merata, segera, menyuburkan, lebat, bermanfaat tanpa bahaya. Hujan yang dapat memenuhi susu binatang ternak, menumbuhkan tanaman, dan menghidupkan tanah setelah mati (kekeringan)."
Doa tersebut menunjukkan bahwa hujan yang dimohonkan dalam Islam bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi juga diharapkan dapat menghidupkan tanah, menyuburkan tanaman, serta memberikan manfaat bagi hewan ternak.
Kekeringan merupakan kondisi yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat. Selain berdoa, umat Islam tetap dianjurkan melakukan ikhtiar, seperti menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air, merawat lingkungan, serta menggunakan air sesuai kebutuhan.
Doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah SWT. Ketika hujan yang turun diharapkan membawa keberkahan, umat juga perlu menjaga lingkungan agar air tersebut dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya.