free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Wisata

14 Negara Ikut Terlibat dalam FHI 2026, Kemenpar dan Menekraf Sebut Indonesia Miliki Daya Saing Global

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : A Yahya

22 - Jul - 2026, 14:25

Loading Placeholder
Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo). (Istimewa)

JATIMTIMES – Ketahanan pasar domestik Indonesia menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri makanan, minuman, dan hospitality nasional. Di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat, ekspansi sektor perhotelan, serta meningkatnya investasi di sektor layanan makanan (food service) dan hospitality, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. 

Memasuki penyelenggaraan edisi ke-20, FHI kembali menegaskan posisinya sebagai ajang Business-to-Business (B2B) strategis yang mempertemukan pelaku industri nasional dan global untuk memperluas akses perdagangan, investasi, serta kolaborasi bisnis lintas negara. 

Pembukaan FHI 2026 ditandai dengan seremoni ribbon cutting yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, beserta Country General Manager PT Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, dan Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia, Meysia Stephannie, sebagai penyelenggara. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia di tingkat global. 

Dalam sambutan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai FHI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat keterkaitan antara industri makanan, minuman, hospitality, dan pariwisata secara menyeluruh. Menurutnya, pengembangan sektor tersebut menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar global. 

"Pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga pengalaman melalui gastronomi dan kualitas layanan hospitality yang telah menjadi aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia. Dalam mendukung hal tersebut, kehadiran FHI memiliki peran penting sebagai platform yang menghubungkan produsen lokal dengan buyer internasional, mendorong investasi, serta membangun kemitraan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin inovatif, tangguh, dan berdaya saing global," ujar Widiyanti dalam keterangan tertulisnya. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen. 

Prospek industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia juga terus menunjukkan tren positif dengan menyumbang sekitar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau senilai sekitar Rp639 triliun pada 2025. 

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus tingginya permintaan terhadap sektor hospitality dan food service yang kini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. 

Teuku Riefky Harsya, selaku Menteri Ekonomi Kreatif menambahkan hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pasar domestik yang kuat dengan prospek investasi yang menjanjikan. 

“Di tengah perkembangan ekonomi kreatif yang terus bertumbuh, industri hospitality, makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong inovasi, membuka peluang usaha dan menciptakan nilai tambah. Karena itulah setiap pertemuan dan pameran terkait ekosistem ini dapat menjadi awal dari sebuah kolaborasi besar,” ujar Teuku Riefky. 

Untuk itu, ia mengajak para perlaku usaha, profesional akedemisi, serta masyarakat untuk hadir dalam Food Hospitality Indonesia (FHI) 2026. Ke depannya FHI diharapkan juga dapat terus menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri untuk membangun kemitraan, meningkatkan daya saing, serta mendukung pengembangan ekosistem bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. 

Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia 2026, Meysia Stephanie, mengatakan bahwa selama lebih dari tiga dekade penyelenggaraannya, FHI telah berkembang menjadi platform bisnis internasional yang menghubungkan pelaku industri dari berbagai negara dengan produsen dan pelaku usaha Indonesia. 

"Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan baru bagi industri makanan, minuman, dan hospitality. Di tengah meningkatnya investasi dan permintaan pasar, pelaku industri membutuhkan lebih dari sekadar ruang pamer, tetapi sebuah ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi, investasi, dan kolaborasi global. 

Melalui FHI 2026, pihaknya ingin membuka akses pasar yang lebih luas dan mendorong lahirnya kemitraan strategis yang akan meningkatkan daya saing industri Indonesia sekaligus memperluas perannya dalam rantai pasok global. 

Selama empat hari penyelenggaraan pada 21–24 Juli 2026, dihadirkan ribuan produk, teknologi, dan solusi bagi industri makanan, minuman, serta hospitality. Dalam memperkuat perannya sebagai platform perdagangan internasional, FHI 2026 hadir bersama Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), dan PROPAK Indonesia. Sinergi tersebut menghadirkan ekosistem industri yang lebih komprehensif sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi lintas sektor dalam satu destinasi bisnis. 

Lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun ini, diantaranya Asia Farm, Greenfields Professional, JAPFA Food, Long Beach Beverage Solution, Queen Food, Bella Cuisine Korea, Koch Backen, Robot Coupe, Unox, Nayati, Sango Hospitality, Indo Porcelain, Gea Getra, Chair Culture, serta ratusan perusahaan nasional dan internasional lainnya yang menghadirkan beragam inovasi dan solusi terintegrasi bagi industri makanan, minuman, dan hospitality. 

Partisipasi perusahaan dari Australia, Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Finlandia, Italia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Turki, Uni Emirat Arab, dan berbagai negara lainnya semakin menegaskan posisi FHI sebagai pameran dagang internasional B2B terdepan di Indonesia sekaligus salah satu pintu masuk strategis bagi pelaku industri global yang ingin menjangkau pasar Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

A Yahya

Wisata

Artikel terkait di Wisata

--- Iklan Sponsor ---