JATIMTIMES - Penataan kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau Suhat terus berlanjut. Setelah proyek drainase rampung, pembangunan trotoar atau pedestrian di koridor tersebut dikabarkan bakal dimulai pada Juni 2026 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Kepala DPUPR PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengungkapkan bahwa pengerjaan trotoar tersebut merupakan satu paket dengan proyek drainase yang telah lebih dulu dikerjakan. Seluruh proses pembangunan berada di bawah kewenangan Pemprov Jatim.
Baca Juga : Benarkah Dosa Dilipatgandakan di Bulan Dzulqa’dah? Ini Penjelasannya
"Informasinya akan dikerjakan mulai Juni. Dan yang jelas targetnya selesai tahun 2026 ini," kata Dandung, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan trotoar hanya akan difokuskan di sisi barat jalan, tepatnya di atas saluran drainase yang telah selesai dibangun. Dimensi trotoar tersebut cukup lebar dan panjang, sehingga diharapkan mampu menunjang kenyamanan pejalan kaki di kawasan padat tersebut.
"Untuk lebarnya, kalau tidak salah 3,5 meter dan panjangnya 1,3 kilometer," ucap Dandung.
Terkait material yang akan digunakan, Dandung mengaku belum mendapat kepastian. Namun, pihaknya telah mengusulkan agar trotoar tersebut menggunakan batu andesit, seperti yang diterapkan di kawasan Kayutangan Heritage.
"Materialnya kami belum tahu apakah nanti pakai paving atau pakai material yang lain. Kalau kami sih berharap, sempat diskusi awal awal dulu, kami mintanya kalau bisa kita pakai andesit," ujarnya.
Menurutnya, penggunaan batu andesit tidak hanya menawarkan kekuatan yang lebih baik, tetapi juga mampu memberikan nilai estetika yang lebih tinggi pada kawasan tersebut. "Andesit itu kan lebih kuat dan lebih rapi. Kelihatan lebih alami juga," urainya.
Baca Juga : Viral Toilet Alun-Alun Merdeka Jadi Toko, DLH Izinkan Pengelola Jual Toiletries
Lebih lanjut, Dandung menyebut bahwa dalam diskusi awal, pihaknya memang dimintai pandangan terkait konsep penataan trotoar di atas drainase Suhat. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan kawasan tersebut tidak hanya fungsional, tetapi juga tertata dengan baik.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya pengawasan pasca pembangunan. Terutama agar trotoar yang telah dibangun tidak disalahgunakan, seperti dijadikan area parkir kendaraan.
"Nah nanti setelah itu dibangun, PR-nya, khususnya dari teman teman Dishub yang memastikan bahwa pedestrian itu tidak menjadi tempat parkir," tandasnya.