JATIMTIMES - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Puguh Wiji Pamungkas MM menggelar reses pertama tahun 2024. Agenda tersebut berlangsung di BPU Ngajum, Kabupaten Malang, Selasa (19/11/2024).
Dalam atensinya, Puguh mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sektor infrastruktur. Atensi tersebut disampaikan Puguh usai mendengar aspirasi dari berbagai elemen masyarakat Kecamatan Ngajum, Wonosari dan Pakisaji.
Baca Juga : DPU Bina Marga Jatim Rehabilitasi Jembatan Budeng Banyuwangi, Target Rampung sebelum Libur Nataru
Salah satunya sebagaimana aspirasi yang disampaikan oleh Kasrodin, warga Kecamatan Ngajum yang juga pegiat industri olahan tape singkong. Dia berharap kepada pemerintah untuk memberikan solusi atas kondisi ekonomi masyarakat yang semakin hari semakin sulit.
"Padahal kalau ekonomi rakyat kuat, maka kesejahteraan pun akan terwujud," ungkap Kasrodin.
Selain perekonomian, sejumlah masyarakat juga ada yang menyampaikan aspirasi ihwal adanya pungutan di sekolah-sekolah dengan dalih uang gedung dan uang komite. Di sisi lain, para warga menyampaikan berbagai masukan lainnya, mulai dari akses layanan kesehatan hingga pendidikan.
Selain itu, ada warga yang mengeluh terkait infrastruktur yang kurang memadai. Keluhan tersebut disampaikan Sudarto salah seorang warga Banjarsari, Kecamatan Ngajum.
Dalam curhatannya kepada Puguh, Sudarto membandingkan kondisi infrastruktur yang baru dibangun saat ini dengan yang dibangun di era 1980-an. Menurut dia, banyak infrastruktur masa kini yang cepat mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut berbeda dengan bangunan yang dibangun puluhan tahun lalu yang mana tergolong masih kokoh hingga saat ini. "Infrastruktur yang dibangun di tahun-tahun belakangan ini terasa kurang kokoh. Jalan-jalan atau fasilitas umum di sekitar sini belum lama diperbaiki sudah rusak lagi. Tidak seperti bangunan era 1980-an yang masih kuat dan awet hingga sekarang,” keluh Sudarto.
Menanggapi sejumlah keluhan tersebut, Puguh berjanji akan menyampaikan aspirasi para warga kepada pihak terkait. Termasuk kepada pemerintahan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Baca Juga : Fokus Kebijakan Lebih Tepat Sasaran, Pemkot Malang Launching Geoportal
Puguh juga menekankan akan pentingnya pengawasan dan perencanaan yang matang dalam setiap proyek pembangunan. "Saya mendengar dan memahami kekhawatiran warga terkait kualitas infrastruktur. Memang, kita perlu memastikan bahwa pembangunan dilakukan dengan kualitas material dan pengerjaan yang terbaik. Sehingga bisa bertahan lebih lama dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Puguh.
Lebih lanjut, Puguh juga berharap adanya peran masyarakat dalam mengawal proyek pembangunan. "Warga juga harus aktif mengawasi proses pembangunan. Jika ada yang tidak sesuai, segera laporkan ke pemerintah desa atau pihak berwenang, sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Agenda reses turut dihadiri oleh sejumlah lapisan masyarakat. Para warga juga diberikan kesempatan untuk penyampaian aspirasi. Warga yang hadir juga menyambut hangat agenda reses ini dengan berbagai pertanyaan dan penyampaian aspirasi.
Bagi Puguh, reses menjadi momen penting untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk terkait infrastruktur yang menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Melalui reses ini, saya berharap dapat memperjuangkan kebutuhan warga termasuk di Kecamatan Ngajum dan sekitarnya serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran," pungkas Puguh.