free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Politik

Pilkada Kota Blitar 2024

Pengamat: Mas Ibin-Mbak Elim Unggul di Debat Perdana Pilkada Kota Blitar 2024

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

17 - Oct - 2024, 09:03

Loading Placeholder
Mas Ibin dan Mbak Elim tampil percaya diri dalam debat perdana Pilkada Kota Blitar 2024.

JATIMTIMES – Pasangan calon Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) dan Elim Tyu Samba dinilai unggul dalam debat perdana Pilkada Blitar 2024 yang digelar pada Rabu, 16 Oktober 2024 di Hotel Puri Perdana. Debat tersebut mengusung tema kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah, serta dipandu oleh moderator Meyrinda Tobing. Pengamat politik sekaligus dosen Unisba Blitar, Anwar Hakim Darajad menilai pasangan ini tampil lebih solid dengan visi dan misi yang lebih relevan dan menyentuh kebutuhan masyarakat Blitar ke depan.

Kelebihan Paslon Mas Ibin-Mbak Elim

Baca Juga : Jalan Kaki Bersama Relawan Usai Debat, Sorakan 'Mas Ibin Sae' Bergema

Anwar Hakim Darajad menjelaskan bahwa keunggulan utama Mas Ibin-Mbak Elim terletak pada visi mereka yang lebih konkret dan berorientasi pada masa depan. "Visi Kota Blitar sebagai 'Kota Masa Depan' yang mereka sampaikan sangat jelas, mengutamakan aspek kesehatan, kesejahteraan, serta pembangunan berkelanjutan. Mereka mampu merangkul semua segmen masyarakat, dari anak-anak hingga lansia, dengan program-program yang nyata," ujar Anwar.

Dalam segmen pertama, penyampaian visi dan misi, Mas Ibin memaparkan bahwa programnya berbasis pada aspirasi masyarakat. Ia menekankan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi dan pembukaan pusat-pusat ekonomi baru di Blitar, yang menurutnya bisa mengurangi angka pengangguran di kota tersebut. Selain itu, Elim Tyu Samba menambahkan program untuk memberdayakan pemuda dan perempuan serta visi pembangunan berbasis teknologi dan lingkungan. 

"Pendekatan mereka pada smart governance dan pengembangan potensi generasi muda sangat relevan dengan tantangan yang akan dihadapi Blitar ke depan," tambah Anwar.

Kelemahan Paslon Bambang-Bayu

Di sisi lain, pasangan Bambang Rianto dan Bayu Setyo Kuncoro, yang diusung oleh koalisi PDIP, PPP, Partai Golkar, dan Gerindra, dinilai kurang inovatif dalam menawarkan program-program baru. Ia menambahkan, meskipun pasangan ini menyampaikan visi 'Blitar yang Ramah' dengan fokus pada religiusitas dan gotong royong, program mereka kurang memiliki daya tarik bagi pemilih muda yang mengharapkan inovasi dan perubahan nyata. 

"Pasangan Bambang-Bayu terlalu banyak mengandalkan program lanjutan dari pemerintahan sebelumnya, tanpa menawarkan terobosan yang signifikan," kata Anwar. 

Misalnya, dalam isu pengangguran, Bambang menekankan pentingnya menggalakkan UMKM dan melakukan kerja sama dengan perusahaan untuk menciptakan lapangan kerja. Namun, menurut Anwar, strategi ini terlalu generik dan kurang mendalam dibandingkan dengan pendekatan Mas Ibin yang lebih sistematis. 

“Mas Ibin menawarkan solusi jangka panjang dengan meningkatkan akses pendidikan dan membuka pusat-pusat ekonomi baru, yang tentunya akan memberi dampak lebih besar pada pengurangan pengangguran di Blitar,” jelasnya.

Perdebatan soal Stunting Salah satu isu menarik yang muncul dalam debat adalah soal penanganan stunting. Menurut data yang disampaikan oleh panelis, Kota Blitar masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi, sekitar 400 anak. Menanggapi hal ini, Elim menyatakan komitmennya untuk menjadikan Blitar sebagai kota zero stunting dengan meningkatkan program posyandu dan memperbaiki fasilitas kesehatan.

Baca Juga : Debat Perdana: Mas Ibin dan Mbak Elim Paparkan Visi Blitar Kota Masa Depan

Anwar menilai jawaban Elim sangat konkret dan sesuai dengan kebutuhan Kota Blitar. "Elim menunjukkan pemahaman mendalam tentang isu kesehatan di Blitar, terutama terkait peran posyandu. Selain itu, komitmennya untuk turun langsung ke lapangan memberikan nilai tambah, terutama bagi pemilih perempuan," ujarnya. Sementara itu, jawaban Bayu mengenai stunting dinilai terlalu normatif, dengan hanya menekankan pentingnya kerja keras tanpa menawarkan solusi konkret.

Komitmen Lingkungan dan PAD Dalam segmen lingkungan, pasangan Mas Ibin-Mbak Elim kembali menunjukkan keunggulan dengan program penanaman pohon oleh generasi muda serta komitmen untuk menciptakan ruang hijau baru di Blitar. "Ini menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya pembangunan berkelanjutan, yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga keseimbangan lingkungan," kata Anwar.

Sementara itu, dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Mas Ibin lebih fokus pada penciptaan pusat-pusat ekonomi baru seperti pasar agro dan industri kreatif. Anwar menilai pendekatan ini lebih strategis dibandingkan dengan Bambang yang hanya mengandalkan peningkatan retribusi pajak dari rumah makan dan parkir. "Program Mas Ibin lebih visioner, terutama karena Blitar tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga mereka harus mencari sumber pendapatan baru melalui inovasi ekonomi," katanya.

Analisis penutup secara keseluruhan, Anwar menyimpulkan bahwa pasangan Mas Ibin-Mbak Elim unggul dalam debat perdana Pilkada Blitar 2024 karena visi mereka yang lebih jelas, program yang lebih inovatif, dan jawaban yang lebih terukur dalam menanggapi isu-isu penting seperti pengangguran, stunting, dan lingkungan. 

"Pasangan ini menawarkan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat Blitar saat ini dan ke depan. Sementara pasangan Bambang-Bayu terlihat masih banyak mengandalkan program-program lama tanpa terobosan baru yang signifikan," pungkas Anwar.

Debat publik ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024, yang menurut Ketua KPU Kota Blitar, Rangga Bisma Aditya, ditargetkan mencapai 80 persen. Debat ini merupakan bagian dari tiga rangkaian debat yang telah diatur dalam PKPU No. 13 Tahun 2024.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri

Politik

Artikel terkait di Politik

--- Iklan Sponsor ---