JATIMTIMES - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang terus melakukan evaluasi secara bertahap terhadap para peserta pelatihan kerja. Mereka memastikan peserta yang mengikuti pelatihan bisa mendapatkan pekerjaan.
Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo menyampaikan, bahwa setiap pelatihan kerja berbasis kompetensi, selalu terdapat grup media sosial yang dibuat untuk memantau perkembangan para peserta.
Baca Juga : Hadapi Globalisasi, KKN Unikama Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Parangargo
"Jadi semua pelatihan kerja yang kita adakan, itu kan dibentuk grup untuk monitoring (pengawasan)," ungkap Yoyok kepada JatimTIMES.
Mantan perwira TNI Angkatan Darat ini mengatakan, melalui grup yang dibuat dengan melibatkan lembaga pelatihan kerja, pihaknya mengaku akan lebih mudah memfasilitasi para peserta pelatihan kerja untuk memberikan peluang mendapatkan pekerjaan.
"Kalau dalam monitoring grup, adik-adik belum ada yang berwirausaha, belum ada hang bisa diterima di dunia industri, belum tertarik bekerja ke luar negeri, maka ini harus dievaluasi oleh penyelenggara Disnaker dan LPK," jelas Yoyok.
Nantinya setelah adanya evaluasi secara bertahap, harapannya dapat memberikan peluang bagi peserta pelatihan kerja untuk mendapatkan pekerjaan.
Yoyok mengaku, bahwa digelarnya pelatihan kerja bertujuan untuk memberikan tambahan ilmu sebagai bekal meningkatkan kesejahteraan.
Baca Juga : Basket Putri PON XXI 2024, Jatim Menang Telak 73-54 atas DKI Jakarta
"Melalui ilmu dan sertifikasi kompetensi yang didapatkan, nantinya dapat digunakan oleh peserta pelatihan kerja untuk melamar pekerjaan atau berwirausaha dengan membuka lapangan kerja baru," kata Yoyok.
Menurutnya, dengan adanya target agar peserta pelatihan kerja mendapatkan pekerjaan di dunia industri atau berwirausaha, maka tingkat pengangguran di Kabupaten Malang akan semakin menurun.
"Sehingga tren pengangguran semakin berkurang dan meningkatkan kesejahteraan peserta pelatihan kerja," pungkas Yoyok.