JATIMTIMES- Terbongkarnya pabrik narkoba atau terbesar di Indonesia di Kecamatan Klojen, Kota Malang menggegerkan berbagai kalangan. Terlebih, keberadaan rumah tersebut di tengah padat pemukiman serta kawasan pendidikan.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH Isroqunnajah angkat bicara. Gus Is panggilan akrab Isroqunnajah ini pun mengapresiasi Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur bersama Dit Interdiksi Narkotika DJBC yang berhasil mengungkap pabrik narkoba.
Baca Juga : BNN Kota Batu Tingkatkan Kewaspadaan Buntut Terbongkarnya Pabrik Narkoba di Kota Malang
“Kami (PCNU) memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tinggi kepada polri, karena luar biasa bisa menyelematkan sekian juta orang,” ungkap Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah.
Dengan terbongkarnya rumah produksi narkoba berkedok event organizer Mitra Ganesha di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Gadingkasri, bisa menyelamatkan khususnya generasi anak muda di kota pendidikan ini. Jika tidak segera terungkap, yang ditakutkan bisa berimbas pada generasi muda nantinya.
“Harapannya dengan diketahuinya pabrik narkoba, generasi muda terselamatkan dari bahaya narkoba. Ke depan semoga terhindarkan dari kejahatan-kejahatan lainnya,” imbuh Gus Is ini.
Hal serupa juga disampaikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim. Ketua PMII Jatim Baijuri mengimbau kepada seluruh anak muda di Jawa Timur memerangi dan memberantas narkoba. Karena narkoba bisa merusak generasi penerus di Indonesia ini.
Karena itu pihaknya meminta kepada Polri untuk selalu melibatkan ormas kepemudaan dalam hal tersebut. “Untuk menyongsong visi misi Indonesia Emas 2045 ke depan,” harap Baijuri.
Baca Juga : Promo Spesial Cat Avian Avitex All Oplos di Graha Bangunan: Diskon hingga 20%
Diberitakan sebelumnya terungkapnya pabrik narkoba di Kota Malang pada Selasa (2/7/2024). Polisi menggerebek rumah tersebut dengan mengamankan 5 tersangka berinisial FP, AR, SS, YC dan DA.
Mereka mulai memproduksi narkoba selama dua bulan terakhir atau sejak Mei 2024. Selama proses produksi ternyata mereka dikendalikan seorang dalang, yakni Warga Negera Asing (WNA) berinisial Kent asal Malaysia menggunakan Zoom Meeting.
Karena itu kini WNA tersebut menjadi buronan Polri. Sedangkan dari penggerebekkan tersebut, polri mendapatkan beragam barang bukti. Di antaranya, Ganja Sintetis seberat 1,2 ton, 25.000 butir pil Xanax, 25.000 butir pil Extasy. Ganja sintetis yang diamankan merupakan sejarah terbesar di Indonesia sebesar 1,2 ton.