JATIMTIMES - Batuk ataupun bersin merupakan hal yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Keduanya bisa datang kapan saja dan tidak bisa diprediksi.
Tak terkecuali saat salat. Batuk seringkali datang dan membuat pembacaan surah menjadi terpotong. Jika itu terjadi saat membaca surah Al fatihah, apakah pembacaannya harus diulang?
Baca Juga : Alun-Alun Kerajaan Majapahit: Bubat dan Waguntur, Simbol Kehidupan Sosial dan Spiritual
Mengingat, surah al fatihah termasuk dalam 13 rukun salat yang harus dibaca saat ketika menunaikan ibadah salat.
Oleh karena itu, surah pertama dalam urutan mushaf Alquran ini wajib dibaca dan tidak boleh ditinggalkan, baik itu pada salat fardhu maupun salat sunnah.
Karena surah ini masuk kedalam rukun salat, maka jika tidak dibaca secara sengaja maka secara syar'i shalat yang dilakukan itu tidak dianggap alias tidak sah.
Ini juga disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut.
عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَامِتِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ [رَوَاهُ البُخَارِي]
Artinya: dari ‘Ubadah bin Shamit (diriwayatkan), Rasulullah SAW bersabda, tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul-Kitab (Al-Fatihah) [HR Bukhari No. 723].
Lalu apa yang harus dilakukan ketika batuk atau bersin dalam salat saat baca Al Fatihah?
Melansir kanal YouTube Al-bahjah pada Rabu (29/5/2024), Buya Yahya menjelaskan mengenai persoalan batuk atau bersih saat membaca Al Fatihah dalam salat.
"Yang pertama, syarat dalam membaca surat Al Fatihah adalah dalam keadaan berkesinambungan, tidak boleh disela-selai dengan kalimat yang bukan dari bagian Al Fatihah," jelas Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, bacaan Al Fatihah dalam salat tidak boleh terputus kecuali untuk kondisi tertentu.
Baca Juga : Kisah Hakim bin Hazam, Sahabat Akrab Rasulullah yang Lahir di Ka'bah tapi Terlambat Masuk Islam
"Kecuali nanti untuk membenarkan imam yang salah baca Al Fatihah," kata Buya Yahya.
Dalam kondisi lain, menurut Buya Yahya tak masalah jika Al Fatihah terputus gara-gara batuk atau bersin saat salat.
"Atau misalnya orang yang terputus Al Fatihah karena batuk yang tiba-tiba datang," terang Buya Yahya.
"Batuk enggak bisa, bersin juga enggak bisa ditahan, tiba-tiba batuk," lanjutnya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa batuk atau bersin tidak membuat bacaan Al Fatihah dianggap putus sehingga tak perlu mengulang dari awal, cukup melanjutkan saja.
"Maka di saat seperti itu tidak dianggap putus karena anda tidak berkeinginan untuk memutusnya, tapi yang memutus adalah Allah dengan batuk yang dikirim," ujar Buya Yahya.
"Maka tetap dilanjut Al Fatihah enggak perlu diulang kembali," tutupnya.