Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

FEB Unisma Hadirkan Pakar dari Thailand, Kupas Harmonisasi Bisnis di Kancah ASEAN

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

03 - May - 2024, 21:03

Placeholder
FEB Unisma gelar International Visiting Scholar yang mengupas secara mendalam tentang Cultural management di level internasional (ist)

JATIMTIMES - Berbagai langkah strategis dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) dalam mendongkrak kompetensi para mahasiswa maupun dosen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan kembali menggelar event bertaraf internasional belum lama ini. 

Fakultas favorit yang telah meraih akreditasi internasional FIBAA Jerman dan terakreditasi Unggul dari Lamemba dan BAN PT ini menyelenggarakan International Visiting Scholar yang mengupas secara mendalam tentang Cultural Management di level internasional. 

Baca Juga : Postingan Story IG Marselino Ferdinan Trending X, Tuai Pro Kontra Netizen

Dalam event bergengsi ini menghadirkan pemateri berkompeten, yakni Dr Wathanan Srinin yang merupakan Pakar Manajemen Budaya dari Prince of Songkla University, Thailand, sebagai pembicara utama. 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (Unisma) Nur Diana SE MSI CMA CBV CERA dalam opening speechnya menyatakan apresiasi kehadiran Dr Wathanan yang memberikan wawasan internasional di bidang manajemen budaya. 

1

“Kegiatan international visiting scholar ini sangat penting. Terutama mengupas tentang manajemen budaya dalam konteks global, terutama di kawasan ASEAN yang memiliki keragaman budaya yang kaya," tutur Diana.

Event internasional ini menjadi kesempatan yang berharga bagi peserta untuk memperluas pemahaman mereka tentang pentingnya manajemen budaya yang efektif dalam lingkungan bisnis yang semakin terhubung global.

Materi yang disampaikannya tentu akan menambah wawasan para mahasiswa, doaen maupun praktisi bisnis yang hadir dengan pemahaman yang lebih global. Hal ini juga akan berguna ketika para mahasiswa nantinya masuk dalam dunia kerja. 

Keberadaan Dr Wathanan sebagai pembicara utama telah memberikan perspektif yang luas dan mendalam tentang pentingnya memahami budaya dalam manajemen bisnis, serta bagaimana hal tersebut dapat menghasilkan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. 

"Kami berharap insight dan pengetahuan yang dibagikan oleh Dr. Wathanan sangat berharga bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi bisnis yang hadir," katanya.

Selain itu, Dekan juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas-budaya dalam menghadapi tantangan era globalisasi, dan mengapresiasi Dr Wathanan atas kontribusinya dalam memperkuat kesadaran akan hal tersebut. 

Baca Juga : 4 Mahasiswa Penerima KIPK di UB Diduga Juga Bergaya Hidup Mewah

Menurutnya, pemikiran Dr Wathanan atas serta pengalaman yang telah membawa manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen budaya di wilayah ASEAN dan di seluruh dunia.

Lebih lanjut, Diana menegaskan bahwa hubungan yang baik telah terjalin antara FEB Unisma dengan Prince Songkla University Thailand. Berbagai program strategis telah banyak dilakukan. Antara lain, diantaranya student exchange, mobility student, visiting lecturer, join research baik di kalang mahasiswa dosen maupun kelembagaan yang berimbas pada recognition internasional.

2

Sementara itu, Dr Wathanan Srinin dalam paparannya menekankan urgensi pemahaman yang dalam tentang budaya dalam konteks manajemen bisnis di era globalisasi. Dijelaskannya, bahwa pemahaman budaya bukanlah sekadar tambahan, melainkan suatu keharusan, terutama di wilayah ASEAN yang kaya akan keragaman budaya.  

Dalam acara yang bertema Harmonizing Diversity: Cultural Management in the ASEAN corporations ini, Wathanan menggambarkan bagaimana kemampuan untuk mengelola keberagaman budaya dengan efektif dapat menjadi faktor penentu keberhasilan suatu perusahaan. 

Menurutnya, memahami budaya adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif di perusahaan-perusahaan di kawasan ASEAN. Banyak contoh-contoh kasus dan temuan terbaru dalam penelitian yang memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana manajemen yang efektif terhadap keberagaman budaya dapat meningkatkan produktivitas dan kerjasama di perusahaan.

Lebih lanjut Dosen PSU Thailand ini juga menyoroti peran penting dari kecerdasan budaya dalam membangun komunikasi yang efektif, menfasilitasi negosiasi yang sukses, dan memperkuat hubungan kerjasama antara individu-individu dengan latar belakang budaya yang beragam. 


Topik

Pendidikan unisma feb unisma harmonisasi bisnis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana