JATIMTIMES - Polres Malang membeberkan beberapa tips dan ciri-ciri uang palsu yang patut diwaspadai peredarannya saat menjelang Idul Fitri 2024 atau 1445 Hijriah. Secara umum, uang palsu dapat terdeteksi bilamana seseorang melakukan 3D. Yakni dilihat, diraba, diterawang.
Di sisi lain, sosialisasi terkait peredaran uang palsu juga telah masif disampaikan oleh sejumlah pihak. Namun masih ada saja masyarakat yang menjadi korban peredaran uang palsu.
Baca Juga : Tips Mudah Merebus Daging Sapi agar Cepat Empuk Tanpa Pakai Panci Presto
Disinyalir, dalam beberapa periode Bank Indonesia (BI) memang mengeluarkan beberapa uang baru. Hal itulah yang dimungkinkan masyarakat masih belum paham terkait ciri-ciri uang palsu yang beredar pada saat ini.
Perlu diketahui, pada uang yang beredar saat ini, juga terdapat kode khusus. Yakni berupa kode tuna netra atau blind code. Hal itu dimungkinkan bagi kalangan tuna netra tetap bisa mengetahui nominal dan ciri-ciri uang palsu.
Lantas bagaimana ciri-ciri dan tips agar terhindar peredaran uang palsu. Simak penjelasan Kasubsipenmas Humas Polres Malang Ipda Dicka Ermantara berikut;
Dicka menyebut ciri-ciri uang palsu sejatinya bisa dideteksi dengan cara yang sederhana. Yakni dengan menerapkan 3D. Meski demikian, tetap perlu ketelitian saat menerapkan metode dilihat, diraba, hingga diterawang tersebut.
"Bagaimana caranya mengantisipasi peredaran uang palsu, yaitu dengan lebih cermat saat menerima uang. Ya balik lagi, dengan cara diraba, dilihat dan diterawang," tuturnya saat ditemui JatimTIMES belum lama ini.
Penjabarannya, pertama, ciri-ciri uang palsu dapat dideteksi dengan cara dilihat. Di mana, terdapat perubahan warna benang pengaman pada uang pecahan Rp 100 ribu, dan Rp 50 ribu, perisai logo BI pada pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu.
Kita juga akan menemukan angka berubah warna yang tersembunyi pada uang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu dan gambar tersembunyi berupa tulisan BI dan angka.
Baca Juga : 5 Rekomendasi Foundation Favorit Para MUA, Makeup Tahan Lama Seharian di Hari Lebaran
Penjelasan selanjutnya adalah diraba. Terdapat bagian uang yang kasar yaitu pada gambar utama, gambar lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA dan tulisan BANK INDONESIA.
Kemudian tuna netra juga bisa meraba kode tuna netra atau blind code disisi kiri dan kanan uang. Sehingga para tuna netra bisa mengenali nilai nominal dan asli atau tidaknya uang kertas.
Keterangan selanjutnya adalah diterawang. Caranya, angkatlah uang dan arahkan pada cahaya. Kita bisa menemukan gambar pahlawan, gambar ornamen pada uang pecahan tertentu dan logo BI yang akan terlihat utuh.
"Kami juga gencar mensosialisasikan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap peredaran uang palsu, terutama saat menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini (2024). Imbauan tersebut juga telah kami sebar melalui media sosial, termasuk pada akun Instagram resmi Polres Malang di @polresmalang_polisiadem," pungkas Dicka.