JATIMTIMES - Aparat kepolisian Polres Blitar Kota berhasil mengungkap jaringan pencurian sepeda motor yang meresahkan, setelah menangkap pria berinisial PUR (36), warga Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, atas tuduhan menjadi penadah barang curian. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata keseriusan polisi dalam memberantas kejahatan di wilayah tersebut.
Menurut Wakapolres Blitar Kota Kompol I Gede Suartika, penangkapan PUR dilakukan setelah dia terbukti membeli sepeda motor bodong hasil curian dari seorang pencuri bernama Supri.
Baca Juga : Akhir Maret, Pemkab Sidoarjo Gelar Jayandaru Night Market 2024
Suartika menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli kendaraan, terutama jika ditawarkan dengan harga yang tidak wajar.
"Kami menemukan bahwa PUR membeli sepeda motor Honda Beat dengan harga Rp2 juta, tanpa dilengkapi surat-surat resmi. Motor tersebut ternyata merupakan milik Sutrisno (49), yang kehilangan kendaraannya di area persawahan Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, pada Januari 2024," ungkap Suartika, Kamis (21/3/2024).
Meski kehilangan motor sejak awal tahun, Sutrisno baru melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada pertengahan Februari. Penyelidikan yang dilakukan kemudian berhasil mengarahkan polisi ke rumah PUR di Desa Gading, Kecamatan Selopuro, di mana motor curian tersebut ditemukan.
Dalam pemeriksaan awal, PUR mengakui perbuatannya. Dia menyatakan tidak mengetahui jika motor yang dibelinya adalah motor curian.
"Saya tidak menyadari bahwa motor yang saya beli adalah hasil curian. Saya hanya tertarik dengan harga yang murah," ucap PUR.
Namun, menurut Suartika, hal ini tidak mengurangi tanggung jawab hukum PUR sebagai penadah barang curian. Atas perbuatannya, PUR dijerat dengan Pasal 480 ke-1e KUHP yang mengancamnya dengan hukuman penjara maksimal 4 tahun. Polisi juga menahan Supri dan seorang rekannya yang terlibat dalam pencurian tersebut.
Baca Juga : Sidak Dinas Kesehatan Temukan Makanan Tak Layak Edar di Swalayan Kota Blitar
"Pasal 480 dikenakan kepada PUR sebagai penadah barang curian. Sedangkan kedua pelaku pencurian, Supri dan rekannya, dijerat dengan Pasal 360 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan," jelas Suartika.
Keberhasilan ini juga menjadi momentum bagi Polres Blitar Kota untuk memberikan peringatan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap transaksi jual beli kendaraan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Maraknya aksi pencurian sepeda motor menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
"Masyarakat harus memastikan keabsahan dokumen kendaraan yang dibeli. Jangan tergiur dengan harga murah tanpa memperhatikan legalitasnya," tambah Suartika.
Dengan ungkap jaringan pencurian ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih aware terhadap tindak kriminal yang bisa merugikan banyak pihak. Keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini menjadi bukti komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.