JATIMTIMES - Ratusan wirausahawan muda di Kota Malang menjadi peserta dalam pembinaan keterampilan yang digelar Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Senin (26/2/2024). Termasuk di dalamnya, turut menjadi peserta yakni masyarakat penyandang disabilitas atau difabel. Baik yang telah aktif sebagai wirausahawan ataupun sebagai content creator.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan difabel yang produktif. Sehingga juga turut dihadirkan masyarakat difabel yang belum punya usaha.
Baca Juga : Buka Lahan Parkir di Tempat Terlarang, 10 Jukir di Kayutangan Diberi Peringatan
"Bisa jadi sebagai contoh UMKM itu, dia mempelajari terkait content creator. Akhirnya bisa mempromosikan produknya, termasuk yang memang sudah jalan dan ada yang belum jalan," ujar Wahyu pada Senin (26/2/2024).
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wujud inklusivitas program yang dilakukan Pemkot Malang. Wahyu menegaskan bahwa semua masyarakat termasuk pemuda, memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk memiliki dan mengembangkan usaha.
"Tentu kita tidak akan membedakan. Semua punya kesempatan yang sama. Tetapi kita akan memberikan pemahaman dan pengetahuan," imbuh Wahyu.
Dirinya berharap bahwa peserta yang juga telah menjadi wirausahawan dapat memiliki gambaran dalam mempromosikan dan mengakses beragam fasilitas lain yang diberikan Pemkot Malang. Termasuk terkait akses permodalan yang digulirkan.
"Kalau dari content creator jelas. Tetapi kalau entrepreneur kita akan coba memiliki gambaran terkait dengan bagaimana kita mempromosikan, memasarkan, dan termasuk jaringan permodalan, akses permodalan, banyak hal-hal yang nanti disampaikan," terang Wahyu.
Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Lakukan Upaya Preventif untuk Tekan Stunting
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi menjelaskan terdapat 590 peserta yang terbagi dalam dua sesi pembinaan. Peserta yang terdaftar akan masuk dalam bank data Disporapar Kota Malang untuk dilakukan pemantauan, monitoring, dan evaluasi.
"Terus kita pantau mereka yang sudah terjun ke masyarakat untuk mengembangkan usahanya dan nanti ada keberlanjutan program. Mereka yang sudah terjaring akan kita lakukan pemantauan, monitoring, dan lihat bagaimana prospek di masyarakat," ujar Baihaqi.