JATIMTIMES- Pada awal tahun 2024, masyarakat Kabupaten Blitar bergembira setelah menyaksikan perubahan signifikan dalam infrastruktur jalan. Salah satunya proyek betonisasi jalan sepanjang 10,5 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Binangun ke Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI). Inisiatif ini merupakan bagian dari program Kementerian PUPR. Pembangunan ini berhasil mengubah jalan dari sebelumnya rusak dan berdebu menjadi jalan yang lebih baik untuk dilewati oleh kendaraan.
Sebelumnya, jalan tersebut menjadi sumber masalah bagi warga sekitar karena kondisinya yang rusak dan berdebu selama beberapa tahun terakhir. Namun, pada Kamis (10/8/2023) lalu, dimulailah proyek peningkatan kelas jalan yang berhasil diselesaikan pada akhir tahun yang sama. Proyek ini mencakup peningkatan kelas jalan sepanjang 10,5 kilometer, menghubungkan Simpang empat Binangun, pabrik gula RMI, serta Kedungwungu-Ngembul.
Baca Juga : 17 Santri Pondok Pesantren di Blitar Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Pengeroyokan Berujung Kematian
Dampak positif dari peningkatan infrastruktur ini sangat signifikan bagi masyarakat setempat. Akses dari berbagai kecamatan seperti Kesamben dan Sutojayan menuju Binangun dan Wates kini jauh lebih mudah. Selain itu, Pabrik Gula RMI yang terletak di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, juga sangat diuntungkan oleh peningkatan kelas jalan ini.
Putut Hindaruji, Public & Government Relation Manager PT. RMI, menyampaikan apresiasi terhadap perbaikan jalan tersebut.
"Jalan itu merupakan penopang produksi di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo, sehingga kami mendukung adanya kenaikan kelas jalan di Binangun,” ungkap Public & Government Relation Manager PT. RMI, Putut Hindaruji.
Selain memudahkan akses masyarakat, peningkatan kelas jalan ini juga membuka peluang besar bagi PT. RMI untuk meningkatkan kapasitas produksi gula. Saat ini, pabrik tersebut memiliki kapasitas giling mencapai 10.000 ton per hari (TDC), dan dengan infrastruktur yang ditingkatkan.
”Dengan akses jalan yang baik ini PT. RMI berpotensi meningkatkan kapasitas produksi hingga 2 kali lipat,” imbuh Putut.
Baca Juga : Warga Kota Batu Demo Soal Penanganan Sampah, Begini Duduk Permasalahannya
Namun, proyek ini tidaklah murah. Betonisasi sepanjang jalan Rejoso dan Ngembul di Kabupaten Blitar menelan biaya sekitar Rp58 miliar, yang diinvestasikan langsung oleh Kementerian PUPR. Hamdan Zulfikri Kurniawan, Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar mengakui anggaran yang terbatas pada saat awal proyek menjadi kendala. Namun, hasilnya kini memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat.
“Perawatan berkala diharapkan dapat dilakukan agar jalan yang baru dibangun ini dapat bertahan lebih lama tanpa mengalami kerusakan yang signifikan,” pungkas Hamdan.