Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Lagi, Kasus Bullying di SD Sukabumi: Lengan Patah, Sekolah Malah Sibuk Berkilah

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

08 - Dec - 2023, 11:37

Placeholder
Rongsen tangan patah Leon akibat bullying. (Foto: X/@MellisA_An)

JATIMTIMES - Baru-baru ini kembali viral kasus perundungan atau bullying terhadap anak kelas 3 SD di Sukabumi bernama Leon di media sosial. Kasus ini ramai setelah diunggah oleh pengacara korban, Mellisa Anggraini.

Melalui akun X (Twitter) pribadinya, Mellisa menceritakan kronologi kasus bullying yang dialami Leon. Menurut Mellisa, Leon telah mengalami perundungan selama 12 bulan di lingkungan sekolah. 

Baca Juga : Pj Wali Kota Kediri Wisuda 280 Peserta SOTH dan SELANTANG

"Sampai akhirnya 7 bulan lalu lengannya harus dioperasi karena patah didorong dan dihantam oleh teman sekolahnya," cerita Mellisa.

Bukannya segera mendapatkan penanganan, setelah lengan Leon patah, kata Mellisa, guru hingga pihak sekolah malah menyusun siasat dan kronologis, yang akan disampaikan kepasa orang tua Leon.

"Pasca lenggannya patah, guru-guru bukan segera membawa Leon ke RS namun malah menyusun siasat dan kronologis yang akan disampaikan kpd orgtua Leon, bahkan orgtua pelaku datang lebih dulu dibanding orgtua Leon sendiri," ujarnya.

Pasca lengan patah, Leon dibawa ke ruang UKS namun ia sudah sangat kesakitan. Namun Leon malah diminta menghafalkan skenario untuk disampaikan ke orang tuanya.

"Di ruang UKS leon yg sdh amat kesakitan akibat lengannya yg patah dan bengkak tetap dipaksa untuk menghafal skenario baru, tentu saja ini tujuannya melindungi pelaku anak yg telah membuat leon celaka, Leon diintimidasi untuk tdk menceritakan kejadian sebenarnya kepada orgtuany," ujarnya.

"Akhirnya orgtua leon hanya tau bahwa anknya jatuh sendiri dan ini adalah kecelakaan biasa ketika bermain, menyedihkan! Terbayang baru 7 bulan setelah kejadian itu ayah leon baru mengetahui kejadian yg sebenarnya bahwa leon didorong dan ditindih temannya dan semua guru tau hal tsb," sambungnya.

Saat tangan Leon sudah sembuh dan kembali bersekolah, ia kembali mendapat intimidasi setiap harinya. "Pasca tangannya sembuh leon msh trs bersekolah disekolah itu dengan santapan intimidasi setiap hari, ia takut dan tak mampu bercerita kepada siapapun, terbayang nanti ia akan dikeroyok oleh banyak pihak jika bercerita. Hingga leon menjd sosok pemurung dan diam," jelas Mellisa.

Akhirnya Leon dipertemukan dengan psikolog dan akhirnya terbongkar jika Leon telah mengalami perundungan selama 12 bulan. "Ia mengalami kekerasan psikis dan fisik, tidak saja oleh pelaku anak yg disinyalir anak org kaya dan berpengaruh di sukabumi kota, apakah krn ini sekolah bungkam dan menutup2i smua perundungan yg dialami leon," ungkapnya.

Menurut Mellisa, dari keterangan yang disampaikan Leon, bahkan guru dan orgtua pelaku juga kerap mengintimidasi. Bahkan tak segan juga melakukan kekerasan fisik terhadap Leon. "Tak terbayangkan leon menyimpan smua itu sendiri hampir setahun ini," ujarnya.

Baca Juga : Petugas Gabungan di Tulungagung Gelar Karbak, Antisipasi Banjir dan Sarang Nyamuk

Melissa pun mengaku telah bertemu dengan leon. Saat pertemuan itu, Leon bercerita dia sempat ingin minum obat tidur, karena benar-benar tidak bisa tidur lantaran merasa takut dan tertekan. "Dalam sekali luka batin anak ini, ntah dimana hati pihak sekolah dan orgtua pelaku," katanya.

Saat ini, Melissa mengatakan jika ayah Leon sudah melaporkan hal ini ke Polres Kota Sukabumi sejak 16 Oktober lalu. Namun hingga saat ini proses hukum tidak kunjung naik ke tahap penyidikan.

"Hingga saat ini orang tua leon terus berjuang mencari keadilan bagi anaknya. Mohon atensinya pak @DivHumas_Polri @sumdaressukot86,"ujarnya.

Melissa pun bersama ayah Leon telah mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK atas Leon. "Agar seluruh proses hukum yang melibatkan leon dan keluarga berjalan sesuai prosedur. dan seluruh bukti dan saksi dihadirkan tanpa ada yg di skip," pungkas Melissa.

Hingga berita ini diturunkan, Instagram Humas Polres Sukabumi telah merespons laporan Melissa melalui akun X. Pihak kepolisian menyebut kasus masih dalam tahap penyelidikan.

"Terimakasih atas informasinya terkait perkara yang sedang kami tangani saat ini masih dalam tahap penyelidikan, kami sudah memeriksa beberapa saksi dan dalam waktu dekat kami akan melaksanakan gelar perkara," tulis Humas Polres Sukabumi. 


Topik

Peristiwa bullying SD sukabumi Leon lengan patah Mellisa Anggraini



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri