Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Alhamdulillah, Siang Ini Kawasan Gunung Bromo Turun Hujan, Petugas: Semoga Padam

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

14 - Sep - 2023, 11:34

Placeholder
Tampak beberapa petugas mengenakan mantel karena siang ini kawasan TNBTS turun hujan. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tepatnya di Bukit Teletubbies yang terjadi sejak Rabu (6/9/2023) masih menjadi sorotan. Kebakaran yang dipicu oleh flare atau cerawat prewedding tersebut terus meluas ke sejumlah area di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Beberapa media sosial pada Kamis (14/9/2023) siang mengabarkan bahwa telah terjadi turun hujan. Seperti dikabarkan oleh akun Instagram @langit_mahameru3676 yang bersyukur karena akhirnya turun hujan di kawasan TNBTS. 

Baca Juga : Pria Ini Rekam Kemarahan Ibunya Saat Banting Kursi dan Meja, Benarkah Akibat Skizofrenia?

Dalam video yang dibagikan tampak beberapa petugas pemadam kebakaran di kawasan TNBTS mengenakan mantel. Mereka tengah berteduh di Posko Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigade Karhutla) Mahameru. 

"Alhamdulillah, turun hujan di sekitaran Jemplang dan sekitarnya," ungkap perekam video. 

Lantas seorang pria yang direkam menyebut jika hujan juga sempat turun pada Rabu (13/9/2023) malam. Dan hujan kemudian kembali turun pada Kamis (14/9/2023) siang.

"Udan, kudu udan, (karhutla) mati saiki. Semoga padam," ungkap pria diduga petugas yang mengenakan keamanan pemadam kebakaran. 

Sementara itu, melansir dari laman weather.com, kawasan TNBTS tengah terjadi turun gerimis ringan sejak pukul 10.00 WIB. Suhu di area TNBTS siang ini juga mencapai 14 derajat celcius. Dengan presipitasi 70 %, kelembapan 83 % dan angin 11 km/jam. 

"Rain ending around 11.30 am. (Hujan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB)," tulis keterangan dalam laman weather.com. 

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto menyebut kebakaran di wilayah Bromo telah ditangani dengan unit heli water bombing. Adapun helikopter Puma sudah beroperasi sebanyak 29 kali, dan helikopter Bell sebanyak 12 kali dalam upaya melakukan water bombing guna memadamkan api.

Baca Juga : Employee Volunteering, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Tas Ramah Lingkungan di Kediri

"Alhamdulillah sudah padam dan sekarang teman-teman pasukan darat sedang melakukan pemadaman dan pembasahan untuk di Bromo," ujar Gatot, dikutip Antara, Kamis (14/9/2023). 

Sebagaimana diberitakan, akibat api yang terus meluas di Savana Bromo, TNBTS menutup semua akses ke kawasan taman nasional untuk memadamkan kobaran api, mulai Minggu (10/9/2023) pukul 19.00 WIB sampai batas waktu yang belum ditentukan.  

Penutupan itu dilakukan sebagaimana disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS Septi Eka Wardhani dalam keterangan resmi. Septi mengatakan, penutupan seluruh akses menuju kawasan taman nasional merupakan upaya dari BB TNBTS untuk memperlancar proses pemadaman api yang membakar hutan dan lahan di kawasan TNBTS.

"Untuk kelancaran proses pemadaman dan memerhatikan keamanan pengunjung, maka seluruh akses menuju dan/atau melintas melalui Taman Nasional ditutup secara total," ujar Septi, Minggu (10/9/2023) malam. 

Septi menjelaskan, bahwa setidaknya seluruh akses masuk dari empat daerah menuju taman nasional sudah dilakukan penutupan secara total. Yakni di Coban Trisula, Kabupaten Malang; Wonokitri, Kabupaten Pasuruan; Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo; serta Senduro, Kabupaten Lumajang.


Topik

Wisata kebakaran bromo bromo ditutup hujan TNBTS



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri