free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Kisah Sahabat Rasulullah yang Pingsan saat Berpuasa, Siapakah Dia ?

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

10 - Apr - 2023, 16:14

Loading Placeholder
Ilustrasi sahabat Rasulullah yang sempat pingsan saat berpuasa (Ist)

JATIMTIMES - Salah satu sahabat Rasulullah SAW, pernah ada yang pingsan saat puasa. Ia bernama Qais bin Shirmah Al-Anshari namanya. Sahabat Rasulullah SAW yang satu ini berasal dari golongan kaum Anshar.

Kisah ini bermula dari satu waktu, di mana kondisi Madinah saat itu sangat terik dan menyengat. Qais saat itu bekerja dan selesai pada saat berbuka. Qais kemudian pulang ke rumah. Dan sampai di rumah, ia kemudian bertanya kepada sang istri, apakah mempunyai makanan di rumah. 

Baca Juga : Ini Saran Pakar Gizi Jika Ingin Bawa Bekal Sehat Saat Perjalanan Mudik

Sang istri yang kebetulan saat itu tengah haid kemudian menjawab, jika di rumah tak ada makanan apapun. Dengan perasaan sedih dan tak tega, sang istri lantas meminta Qais untuk menunggunya mencari makanan. "Tunggulah sebentar, aku akan mencarikan makanan untukmu,"

Dalam sebuah buku Pesona Badah Nabi oleh Ahmad Rofi' Usmani, sang istri kemudian pergi mencari makanan untuk Qais. Qais yang menunggu sang istri mencari makanan, karena kelelahan ia kemudian tertidur. Merasa lelah setelah seharian bekerja, Qais pun tertidur pulas.

Sang istri yang kembali usai mencari makanan untuk Qais melihat Qais tertidur pulas. Ia kemudian tidak tega membangunkan Qais yang tertidur lelap karena kelelahan setelah seharian bekerja. Akhirnya, Qais pun kemudian terus tertidur tanpa berbuka terlebih dahulu. 

Namun belum dijelaskan detail, apakah saat itu Qais sempat untuk makan sahur atau tidak. Setelah itu, keesokan harinya Qais kembali bekerja dengan kondisi masih tetap berpuasa. Namun, ketika siang hari tiba-tiba ia jatuh pingsan karena belum makan dan minum sejak kemarin. 

Kabar pingsannya Qais kemudian terdengar oleh Rasulullah SAW. Dari situ, kemudian turunlah surat Al-Baqarah ayat 187. 

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa".

Baca Juga : Berikut Harga Tiket hingga Daya Tarik Tumpeng Menoreh di Kulon Progo

Dari sebuah buku berjudul Bekal Ramadhan dan Idhul Fitri 2,  karya Saiyid Mahadhir dijelaskan bahwa dalam ayat tersebut dijelaskan terkait benang putih dan dan benang hitam. Salah seorang sahabat Rasulullah, Adi bin Hatim bertanya pada Rasulullah SAW tentang maksud dari benang putih dan benang hitam pada surah Al Baqarah ayat 187.

Rasulullah SAW kemudian bersabda: "(Bukan) akan tetapi ia adalah gelapnya malam dan terangnya siang (fajar)" (HR Bukhari).

Lebih lanjut, saat itu puasa ramadhan baru diwajibkan. Sehingga, saat itu belum terdapat ketentuan jelas terkait batasan kapan diperbolehkan makan-minum serta kapan tidak boleh. Sebagian sahabat yang berpuasa bahkan tertidur sebelum berbuka hingga sepanjang malam.

Selain itu, ada juga yang tertidur lelap sampai-sampai tidak melaksanakan sahur, namun pada keesokan harinya tetap harus puasa. Dan hal inilah seperti yang dialami oleh Qais ibn Shirmah. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---