JATIMTIMES - Lini belakang masih menjadi teka-teki misterius bagi tim pelatih Arema FC. Sebab, pada posisi tersebut saat ini yang dinilai masih banyak kekurangan.
Tim pelatih Arema FC, Joko Susilo mengatakan bahwa sejak ditunjuk masuk menjadi bagian dari tim pelatih, ia sudah memahami kekurangan timnya. Oleh sebab itu, ia tak begitu kaget dengan apa yang terjadi saat ini.
Baca Juga : Harlah Kedua Rumah Sedekah NU, Owner Meteor Cell: Semoga Bisa Menjadi Contoh di Tingkat Nasional
“Sejak saya masuk di pertandingan (lawan Madura United) ini, saya sangat paham kekurangan tim kami,” kata Joko Susilo.
Pelatih yang akrab disapa Gethuk ini mengaku tidak bisa memperbaiki kelemahan itu secara instan. Sebab, saat ini kompetisi juga masih terus berjalan. Saat ini ia hanya bisa menambal sisi-sisi yang memang membutuhkan.
“Tentunya dengan memadukan sedikit kekuatan yang kami miliki, itu yang bisa kami lakukan,” ungkap Gethuk.
Sejauh ini, Arema FC hanya mengandalkan empat bek utamanya, diantaranya yakni Sergio Silva dan Bagas Adi sebagai center bek dan Alfarizi serta Rizky Dwi sebagai bek sayap.
Baca Juga : Peringati Harlah Kedua, Rumah Sedekah NU Gelar Buka Puasa dengan Anak Yatim dan Para Mitra
Di putaran pertama, Singo Edan sebenarnya telah menyiapkan pemain pelapis seperti Rendika Rama, Hasyim Kipuw, Ikfhanul Alam dan Ahmad Figo untuk pertahanan. Komposisi pemain pelapis ini dinilai kurang maksimal ketika ada perubahan komposisi di laga tertentu karena absennya sejumlah pemain.
Di putaran kedua, Tim Singo Edan buru-buru mencari pengganti ketika Kipuw memilih hengkang. Sebagai gantinya, ada nama pemain Joko Susilo dan Bayu Aji untuk menambal stok pemain belakang.