free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Olahraga

Patahkan Dominasi Klub Raksasa, Siswa SDN Sambikerep II Surabaya Berjaya di Sirnas B Palu

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : A Yahya

04 - May - 2026, 13:11

Loading Placeholder
Ayasha Machiko Lituhayu Albasia. (Ist)

JATIMTIMES – GOR Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo, Palu, Sulawesi Tengah, menjadi saksi bisu ketika seorang gadis kecil dengan raket di tangan berdiri tegap melawan arus dominasi. Ia adalah Ayasha Machiko Lituhayu Albasia, siswi kelas 5 SDN Sambikerep II Surabaya.

Ayasha baru saja menuliskan tinta emas di tanah Sulawesi, Sabtu (2/5/2026) lalu. Ia membuktikan bahwa seragam klub lokal dan status pelajar sekolah negeri bukan penghalang untuk meruntuhkan tembok kokoh di ajang HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sulawesi Tengah 2026.

Baca Juga : Data Ganda Bikin Statistik Anak Tak Sekolah di Kota Malang Melonjak

Turun di nomor Ganda Anak Putri (Gapi), Ayasha yang membawa nama klub Satria Surabaya berpasangan dengan Xaviera Rafa Rimarcdi binaan Exist Badminton Club. Mereka berdiri sebagai anomali di partai puncak yang hampir seluruhnya dikuasai oleh barisan atlet klub raksasa PB Djarum.

Pertarungan final itu bukan sekadar adu fisik, melainkan juga uji ketahanan mental. Menghadapi pasangan tangguh Aqila Talita Shaki - Shallom Angelica Sari dari PB Djarum, Ayasha dan Xaviera dipaksa bermain hingga titik peluh terakhir. 

Setelah sempat kehilangan gim kedua, pasangan Ayasha - Xaviera bangkit dengan skor akhir 21-11, 15-21, 21-14. "Alhamdulillah, senang dan bangga bisa juara di Sirnas. Bangga dengan diri saya sendiri juga," ucap Ayasha ketika ditemui setibanya di Surabaya, Senin (4/5/2026).

Ayasha Machiko Lituhayu Albasia. (Ist)

Baginya, kunci kemenangan bukanlah teknik rahasia yang rumit, melainkan ketenangan di tengah tekanan. "Fokus, konsentrasi, sering komunikasi sama partner juga, konsisten jalanin pola permainan," tambahnya sederhana.

Yang membuat kemenangan ini terasa lebih puitis adalah bagaimana chemistry keduanya terbentuk. Terpisah jarak antara Surabaya dan Jakarta, serta bernaung di bawah bendera klub yang berbeda, Ayasha dan Xaviera tak punya kemewahan untuk berlatih bersama setiap hari.

Faktanya, mereka hanya sempat mencicipi satu kali latihan bersama sebelum turnamen dimulai. Namun, sekat geografis itu mereka runtuhkan melalui layar gawai. "Sebelumnya memang sudah kenal dan lumayan sering komunikasi di sosmed," cerita Ayasha.

Baca Juga : Tanker Minyak Iran Lolos dari Blokade AS, Kini Dilaporkan Menuju Perairan Indonesia

Keakraban yang dipupuk lewat dunia maya itu bertransformasi menjadi kerja sama apik di atas lapangan, membuat komunikasi mereka mengalir tanpa hambatan meski dalam atmosfer final yang mencekam.

Kini, medali emas telah melingkar di lehernya. Namun bagi siswi kelas 5 SD ini, podium di Palu hanyalah satu perhentian kecil dari perjalanan panjang yang ia impikan. Di balik wajah polosnya, tersimpan tekad baja untuk terus menjaga performa di turnamen-turnamen mendatang.

Kemenangan Ayasha di Palu mengirimkan pesan kuat: bahwa di sudut-sudut sekolah negeri dan klub lokal, selalu ada mutiara yang siap bersinar. Ayasha pun menutup pembicaraan dengan sebuah janji yang tulus dari lubuk hatinya.

"Harapan saya ke depannya bisa juara lagi di Sirnas dan pertandingan lainnya, bisa jaga performa, dan banggain kedua orang tua," tutup anak kedua dari pasangan Doni Setiawan dan Dewi Eka Sari itu.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

A Yahya

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga

--- Iklan Sponsor ---