free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Kecaman Demi Kecaman untuk Israel, Usai Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Apr - 2023, 22:30

Loading Placeholder
Suasana saat pasukan Israel bersenjata lengkap menyerang masjid Al-Aqsa pada Rabu (5/4/2023). (Foto: Twitter) subuh

JATIMTIMES - Pasukan polisi Israel kembali menyerang jemaah dalam Masjid Al-Aqsa pada Selasa (4/4/2023) malam. Mereka dengan keji menembakkan gas air mata hingga granat kejut ke Al Qibli Prayer Hall-bangunan dengan kubah perak- tempat ratusan jemaah berkumpul melakukan itikaf. 

Belum 24 jam, pasukan Israel kembali melakukan penyerangan saat warga beribadah subuh, Rabu (5/4/2023) waktu setempat. Hal itu memicu baku tembak roket dan serangan udara militer. Akibatnya muncul kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga : Tugu Tirta Pertahankan Supremasi Tiga Tahun Beruntun di TOP BUMD Awards 

Salah satu video yang beredar luas di media sosial, salah satunya di akun Twitter @QudsNen terlihat video betapa brutalnya aparat kepolisian Israel. Tampak mereka masuk ke dalam masjid dan tiba-tiba memukuli jemaah masjid. 

"Saya sedang duduk di kursi membaca (Alquran)," kata seorang wanita tua kepada Reuters.

"Mereka melempar granat kejut, salah satunya mengenai dada saya," imbuh wanita tersebut. 

Kecaman pun datang dari berbagai pihak. Melansir AFP, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku terkejut melihat video pasukan keamanan Israel memukuli orang-orang di masjid. Apalagi hal itu dilakukan pada waktu suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim, jadi seharusnya menjadi masa damai. 

Sementara itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby juga prihatin dengan kekerasan yang dilakukan pasukan Israel. 

"Kami mendesak semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut," tegasnya.

Selain itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk keras kejadian tersebut. Menurut Erdogan, apa yang dilakukan ini sudah di luar batas.

"Menginjak-injak masjid Al-Aqsa adalah garis merah kami," katanya.

Baca Juga : Liga Arab Gelar Rapat Darurat Usai Israel Serang Al Aqsa, PM Netanyahu Berjanji Akan Redamkan Suasana

Di sisi lain, Liga Arab juga telah mengadakan pertemuan darurat. Yordania bahkan meminta pasukan Israel untuk segera meninggalkan kompleks Al-Aqsa.

Uni Emirat Arab (UEA) dan Maroko, yang menjalin hubungan dengan Israel pada tahun 2020, telah memperingatkan agar tidak melakukan pelanggaran dan kemungkinan yang merusak peluang perdamaian di kawaaan itu. 

Bahkan Qatar juga telah memperingatkan bahwa apa yang dilakukan Israel akan berdampak serius terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan. 

Diketahui sebelumnya, kekerasan dalam konflik Israel-Palestina telah meningkat sejak pemerintahan baru Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengambil alih kekuasaan pada bulan Desember 2022 lalu. Netanyahu dan koalisinya dikenal sebagai kelompok ekstrem kanan dan Yahudi ultra-Ortodoks.

Sepanjang awal tahun 2023 ini, konflik Israel-Palestina telah merenggut banyak nyawa. Setidaknya 91 warga Palestina 15 warga Israel, dan satu warga Ukraina tewas.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---