Bupati Mak Rini Dorong Produk Lokal Mendunia, Kabupaten Blitar Sukses Ekspor Koi ke Malaysia Secara Mandiri | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Bupati Mak Rini Dorong Produk Lokal Mendunia, Kabupaten Blitar Sukses Ekspor Koi ke Malaysia Secara Mandiri

Jun 13, 2022 16:36
Bupati Blitar Rini Syarifah memberangkatkan secara perdana ekspor ikan Koi Kabupaten Blitar ke Malaysia.(Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)
Bupati Blitar Rini Syarifah memberangkatkan secara perdana ekspor ikan Koi Kabupaten Blitar ke Malaysia.(Foto : Aunur Rofiq/JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Blitar semakin kaya terobosan dan inovasi di bawah kepemimpinan Bupati Rini Syarifah dan Wabup Rahmat Santoso. Terkini di bidang perikanan, Kabupaten Blitar menorehkan sejarah dengan sukses mengekspor ikan koi ke luar negeri secara mandiri.

Malaysia menjadi negara pertama yang menjadi tujuan ekspor ikan koi secara mandiri oleh Kabupaten Blitar. Pelepasan perdana ekspor ikan koi dari Kabupaten Blitar ke Malaysia oleh Bupati Blitar dilaksanakan di Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro, Senin (13/6/2022). Total ada 170 ekor ikan koi yang diekspor ke Malaysia. UD Shanggrila Fish Indonesia adalah eksportir ikan Koi pertama dari Kabupaten Blitar yang berkantor di Jalan Widuri, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon.

Baca Juga : Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Dispertapa Pemkab Blitar Gelar Sosialisasi Kampanye Akbar LP2B

 

‘’Kebahagiaan saya bertambah pada hari ini. Karena beberapa hari lalu memberangkatkan produk makanan dan minuman dari ASPAMIN untuk mengisi gerai swalayan terkemuka. Hari ini, kembali saya memberangkatkan ikan hias koi dari Kabupaten Blitar yang diekspor ke Malaysia. Tentu ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan kita bersama,’’ kata Bupati Blitar Rini Syarifah dalam sambutanya.

Dalam kesempatan ini bupati yang akrab disapa Mak Rini menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh petani ikan hias serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga ikan hias dari Kabupaten Blitar sukses menembus pasar global.

‘’Terima kasih pula saya sampaikan kepada BKIPM dan Bea Cukai yang telah memfasilitasi eksportir asal Kabupaten Blitar yang akan mengirim ikan koi ke luar negeri. Saya minta hal ini menjadi support panjenengan semua untuk membudidayakan ikan hias khususnya koi agar semakin berkualitas,’’ imbuh Mak Rini.

Sebagai informasi, ikan koi merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Blitar dan bahkan menjadi brand image Kabupaten Blitar di tingkat Nasional. Produksi ikan koi Kabupaten Blitar Tahun 2021 mencapai  lebih dari 200 juta ekor per tahun.  Pemasaran ikan hias koi dari Kabupaten Blitar sudah merambah pasar internasional yaitu Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Italia dan Amerika tetapi masih dilakukan melalui eskportir dari luar Blitar, seperti dari Bogor dan Jakarta.

Agar pemasaran ikan koi terus berkembang, Pemkab Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan terus melakukan beragam terobosan dan inovasi. Inovasi demi inovasi dan terobosan yang dilakukan berbuah hasil positif. Kabupaten Blitar berhasil mencatatkan sejarah dengan melakukan ekspor koi ke Malaysia secara mandiri oleh UD Shanggrila Fish Indonesia.

‘’Untuk itu kita harus bisa mempertahankan kondisi ini dan selalu berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas ikan hias koi sekaligus menjaga kepemilikan brand Blitar yang merupakan sentra Koi Nasional,’’ tukas Mak Rini.

Lebih lanjut dikesempatan ini orang nomor satu di Kabupaten Blitar menyampaikan sejumlah pesan. Diantaranya dirinya ingin agar lomba ikan Koi baik di level lokal maupun nasional bisa terus digelar di Kabupaten Blitar. Menurutnya event tersebut dapat menjadi media sharing.

‘’Bukan saja terkait bagaimana budidayanya, kualitas ikannya, namun juga pasarnya. Saya berharap, kita semua lebih kerja keras lagi, supaya ikan koi Kabupaten Blitar bisa menguasai pasar Asia dan Eropa,’’ tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Toha Mashuri menyampaikan, sebenarnya ikan koi asal Kabupaten Blitar sudah menembus pasar di berbagai Negara. Namun ekspor-ekspor sebelumnya dilakukan melalui pihak ketiga, di mana peternak ikan koi dari  Blitar menitipkan produknya kepada eksportir dari Jakarta, Bogor dan lainya.

‘’Ini adalah pertama kalinya eksportir dari Kabupaten Blitar mengirim ikan Koi ke luar negeri. Sebenarnya minat dari luar negeri untuk ikan Koi dari Kabupaten Blitar cukup besar. Hanya saja dulu terkendala eksportir yang ketidaktahuan prosedur. Kami lalu membantu koordinasi dengan BKIPM dan Bea Cukai, setelah diberi penjelasan akhirnya Shanggrila sukses mengirimkan ikan Koi Kabupaten Blitar secara mandiri ke luar negeri,’’ kata Toha.

Toha menambahkan, kesuksesan UD Shanggrila selaku eksportir dari Kabupaten Blitar mengirim ikan Koi ke Malaysia ini menjadi motivasi. Ke depan Disnakan Kabupaten Blitar akan berupaya mencetak lahirnya eksportir-eksportir baru.

Baca Juga : Perwakilan Lansia Lumajang Terpilih Jadi 10 Lansia SIAP, Ini Kriterianya

 

‘’Sesuai dengan perintah Ibu Bupati kita harus bisa membangkitkan UMKM kita agar bisa ekspor. Salah satunya dari bidang perikanan yakni ikan koi ini kita sudah ada satu yang bisa ekspor. Kami mendorong ke depan bisa berkembang beberapa eksportir lain yang bisa mengikuti jejak Shanggrila,’’ imbuhnya.

Pembinaan dan fasilitasi kepada peternak ikan koi adalah tugas wajib bagi Disnakan Kabupaten Blitar. Untuk ekspor secara mandiri, Disnakan sudah melakukan kerjasama dengan BKIPM untuk memfasilitasi eksportir asal Kabupaten Blitar yang akan mengirim ikan koi ke luar negeri.

‘’Di bidang perikanan ikan koi kita sudah ada satu yang bisa ekspor. Ke depan diharapkan akan bisa berkembang dan bisa mengikuti jejak Shangrila. Dan kita sudah berkoordinasi dengan BKIPM yang akan membantu di kekarantinaan ikan, nanti akan mengadakan pelatihan,’’ terangnya.

Kesuksesan ekspor ikan Koi Kabupaten Blitar ke Malaysia secara mandiri untuk pertama kalinya ini benar-benar menjadi kebanggaan. Owner UD Shanggrila Fish Indonesia Ari Yuwono Setiawan mengatakan, kesuksesan ekspor ikan Koi perdana ke luar negeri ini berawal dari mimpi. Setelah sukses ekspor ke Malaysia, pihaknya akan melakukan manuver ekspor ke negara-negara lainya.

‘’Ini pertama kali dan perdana Shanggrila Fish Indonesia mengeskpor ke Malaysia. Dan nanti berkelanjutan ke negara-negara lain yang airlines nya terjangkau," kata Ari.

Ari juga menyampaikan, kesuksesan Shangrila Fish Indonesia berhasil ekspor ke luar negeri tak lepas dari dukungan dan fasilitasi Bupati Blitar Rini Syarifah dan Disnakan Kabupaten Blitar.

‘’Potensi ikan Koi di Kabupaten Blitar ini sudah dikenal luas mulai dari nasional hingga mancanegara. Dan kepada dinas terkait kami sampaikan gambaran pasar dunia, kita sampaikan peluang bahwa kita bisa memasarkan sendiri Koi kita ke pasar dunia, dan gambaran kami ini direspon positif oleh dinas dan Ibu Bupati. Alhamdulilah kerja keras kita berhasil. Kita bisa membuktikan mampu mengekspor ikan Koi kita yakni Koi Blitar ke luar negeri secara perdana melalui ekspor mandiri,’’ paparnya.

Lebih lanjut Ari menyampaikan, dengan capaian ini pihaknya mendorong kepada anak-anak muda di Blitar untuk tidak ragu berkecimpung sebagai pelaku usaha ikan Koi. Menurutnya usaha budidaya ikan Koi adalah potensi bisnis yang hasilnya cukup menjanjikan.

‘’Ikan Koi Blitar sudah mendunia. Saya mengajak kepada anak-anak muda untuk tidak ragu berkecimpung di dunia usaha ikan Koi,’’ pungkasnya.(Adv/Kmf)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Bupati Blitar ekspor ikan koi

Berita Lainnya