01/12/2022 Sungguh Kasihan Kakek ini, Tabungan Umrahnya Dicuri Komplotan Ibu-ibu Berkedok Belanja Sembako | Jatim TIMES

Sungguh Kasihan Kakek ini, Tabungan Umrahnya Dicuri Komplotan Ibu-ibu Berkedok Belanja Sembako

Jun 02, 2022 17:04
Kakek Rondi ketika ditemui di kediamannya setelah uang tabungannya selama 10 tahun hilang dicuri maling, Rabu (1/6/2022) malam. (Foto: Dok. JatimTIMES)
Kakek Rondi ketika ditemui di kediamannya setelah uang tabungannya selama 10 tahun hilang dicuri maling, Rabu (1/6/2022) malam. (Foto: Dok. JatimTIMES)

Pewarta: Tubagus Achmad | Editor: Pipit Anggraeni

JATIMTIMES - Sungguh miris peristiwa yang dialami seorang kakek di Kota Malang bernama Rondi (74). Pasalnya, rumah yang ditempati di Jalan Cakalang Nomor 188 RT 04/RW 09, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang disatroni maling komplotan ibu-ibu berusia 50 tahun dan 30 tahun. 

Rondi mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada hari Rabu (1/6/2022) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat disatroni maling, uang tabungannya berjumlah Rp 70 juta raib dicuri komplotan ibu-ibu tersebut. 

Baca Juga : Polinema Diadukan ke Polresta Malang Kota Terkait Pembangunan Gedung Dua Jurusan

Pria yang sehari-hari berdagang membuka toko sembako bersama istrinya yakni Siti Aminah ini sejatinya menabung uang hingga Rp 70 juta untuk menunaikan ibadah umrah.

"Rencananya (uang itu) saya buat umrah bersama istri tahun ini, karena kalau daftar haji sudah tidak bisa terkena batasan usia. Terus kemarin masih pandemi nggak bisa mau daftar, sekarang sudah aman rencana dibuat umrah," ungkap Rondi, Kamis (2/6/2022). 

Pihaknya menjelaskan, peristiwa kemalingan tersebut bermula ketika terdapat dua orang ibu-ibu berusia sekitar 50 tahun dan 30 tahun bersama seorang anak perempuan datang ke toko sembakonya untuk berbelanja dengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX.  

Perempuan yang berusia sekitar 50 tahun itu mengenakan daster berwarna merah dan jaket warna hitam. Lalu perempuan yang berusia sekitar 30 tahun mengenakan celana jeans, jaket hitam dan kaos kuning, serta anak perempuan yang mengenakan baju berwarna putih.

"Mereka beli banyak. Beras itu sampai 20 kilo, telur, minyak goreng, bawang, banyak. Akhirnya saya sama ibu sibuk nimbang-nimbang. Sempat heran, tapi ya karena dulu pernah ada orang beli nebas kayak gitu saya jadi nggak curiga," jelas Rondi. 

Ketika dirinya bersama istrinya sibuk menimbang barang belanjaan pesanan kedua ibu-ibu tersebut, perempuan yang berusia sekitar 30 tahun meminta izin ke kamar mandi di kediaman Rondi mengantar anak perempuan untuk buang air besar. 

"Saya nggak curiga. Ya saya perbolehkan saya tunjukkan jalannya di belakang terus belok kiri. Perempuan yang tua masih nunggu di depan di toko sembako ini," tutur Rondi. 

Sekitar 15 menit, perempuan berusia 30 tahun bersama anak perempuannya keluar dari rumah Rondi menuju toko sembakonya di depan rumah. Kemudian, kedua ibu-ibu tersebut meminta Rondi menunggu karena belanjaannya cukup banyak. 

Baca Juga : Modus Beli Pulsa Tapi Gondol HP, Pria di Jember Diamuk Massa

"Mereka pesan becak untuk ngangkut barang belanjaan yang dibeli, terus saya tunggu sampai Maghrib nggak datang-datang. Lalu istri menyuruh salat dulu dan menutup toko," terang Rondi. 

Setelah menunaikan Salat Maghrib, Rondi masih menunggu kedua perempuan yang berpamitan mencari becak untuk membantu membawa barang belanjaannya. Akhirnya, Rondi menghubungi anaknya di kawasan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. 

Kemudian, setelah menghubungi anaknya, Rondi mengecek beberapa barang di kediamannya. Ternyata barang-barang di kediamannya tidak ada yang hilang. 

"Tapi setelah saya cek peti di kamar sudah hilang semua uangnya. Padahal gemboknya masih terpasang. Sepertinya mereka membuka peti kemudian menutup kembali dan mengembalikan kuncinya di laci," ujar Rondi. 

Sementara itu, pihaknya menuturkan, uang tabungan sebesar Rp 70 juta tersebut dikumpulkan melalui proses yang panjang. Karena dirinya baru dapat mengumpulkan uang tersebut setelah anaknya selesai kuliah. 

"Setelah anak saya sudah selesai kuliah semua, baru saya kumpulkan. Habis jualan saya kumpulkan, anak-anak saya ngasih. Nggak lama ngumpulin tiga tahun keluar masuk uang itu, kadang ngambil buat kurban juga saya ambil uang itu," tandas Rondi. 

Judul berita Sungguh Kasihan Kakek ini, Tabungan Umrahnya Dicuri Komplotan Ibu-ibu Berkedok Belanja Sembako.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Kota Malang pencurian tabungan kakek

Berita Lainnya