Heboh Wacana Duet Prabowo-Cak Imin di Pilpres 2024, Ternyata Pernah Diprediksi Gus Dur | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Heboh Wacana Duet Prabowo-Cak Imin di Pilpres 2024, Ternyata Pernah Diprediksi Gus Dur

May 07, 2022 09:05
Prabowo Subianto dan Cak Imin (Foto: IST)
Prabowo Subianto dan Cak Imin (Foto: IST)

JATIMTIMES - Publik  kini dihebohkan dengan wacana duet Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Ternyata, wacana bahwa Prabowo bakal menjadi presiden pernah diprediksi oleh Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Wacana duet Prabowo-Cak Imin ini juga ditanggapi pakar politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam. Khoirul menilai duet Prabowo-Cak Imin ini hanya akan menghasilkan ijtihad politik 'kawin paksa'.

Baca Juga : Arus Wisatawan Meningkat, Sejumlah Pengelola Wisata Minta Tambahan Tiket Perforasi

Menurut Khoirul, jika komposisi itu terus dilanjutkan, hal itu berpotensi menciptakan split ticket voting atau pembelahan arah preferensi politik pemilih partai dengan pilihan capres-cawapres yang didukung partai pilihan mereka.

Khoirul lantas menyatakan, apabila duet Prabowo-Cak Imin terealisasi, belum tentu pemilih PKB (partai yang diketuai Muhaimin Iskandar) akan mencoblos keduanya. Sebab, ada catatan eksploitasi politik identitas yang pernah terjadi pada Pemilu 2019, saat Prabowo maju capres, yang membuat NU turun tangan.

"Jadi, pasangan Prabowo-Muhaimin cukup menjanjikan untuk membentuk koalisi. Namun efektivitas mesin politik yang dihasilkan cenderung tidak akan produktif dan optimal," tukas Khoirul. 

Prediksi Gus Dur

Seperti diketahui, salah satu cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari, KH Irfan Yusuf Hakim atau Gus Irfan, berbicara soal 'prediksi'  KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menyebut Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal menjadi presiden saat usia tua. Prediksi itu lantas membuat PKB melihat peluang menduetkan Prabowo dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Prediksi Gus Dur tersebut diungkap oleh Gus Irfan saat Prabowo berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng dan berziarah ke makam  Gus Dur. Kunjungan Prabowo ke Tebuireng adalah lanjutan perjalanan silaturahmi Lebaran di Jawa Timur. 

Di Tebuireng, Prabowo disambut langsung oleh pimpinan Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin.

"Saya memang sudah sering datang ke sini, merasa dekat dengan keluarga besar (Ponpes) Tebuireng. Dan saat libur ini, saya keliling silaturahmi Lebaran dengan sahabat-sahabat lama saya. Pembahasannya ya yang ringan-ringan saja, melepas rasa kangen ya," ujar Prabowo kala itu. 

Gus Dur, menurut Gus Irfan, pernah berucap bahwa Prabowo akan menjadi presiden di usia tua.  "Saya mengutip ucapan Gus Dur. Beliau pernah mengatakan Pak Prabowo jadi presiden di usia tua. Insya Allah 2024," kata Gus Irfan.

Baca Juga : Kenalkan Senam SICITA ke Masyarakat, PDIP Lamongan Target Juara

Atas wacana itu, Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan bahwa Gus Dur itu bagi PKB, selain sebagai pendiri, juga dianggap wali yang ucapan dan pikirannya sangat visioner melampaui zaman. "Semoga ini tanda baik bagi kerja sama dan koalisi yang lebih kuat dengan PKB," kata Daniel. 

Syarat dari Gerindra

Partai Gerindra mengaku terbuka jika PKB memang ingin menduetkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Pilpres 2024. Kendati demikian, Gerindra memberi syarat bahwa siapa pun pasangannya, Prabowo akan tetap menjadi capres 2024.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman. Ia menyampaikan prinsip Partai Gerindra bahwa siapa pun koalisi Gerindra, Prabowo yang akan jadi capres.

"Bagi kami, prinsipnya, Pak Prabowo yang akan maju sebagai capres. Jadi, dengan siapa pun kami berkoalisi, capresnya ya beliau," ujar Habiburokhman. 

Meski memberi syarat demikian, Habiburokhman memastikan pihaknya akan tetap menjaga komunikasi dengan semua partai politik terkait pasangan cawapres Prabowo di 2024. Komunikasi itu, juga termasuk dengan PKB yang dinilai sebagai salah satu kekuatan politik di Indonesia.

Anggota Komisi III DPR tersebut juga menilai semua kemungkinan masih terbuka terkait pasangan Prabowo. Sampai saatnya nanti pendaftaran Pilpres 2024. "Semua kemungkinan masih terbuka sampai pada saatnya nanti pendaftaran resmi di KPU," imbuh Habiburokhman. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Prabowo Subianto Muhaimin Iskandar

Berita Lainnya