JATIMTIMES - Pada 18 Maret 2022 ini, Jembatan Lama Kota Kediri atau Brug Over Den Brantas de Kediri tepat berusia 153 tahun. Bersamaan dengan itu, jembatan besi pertama di Jawa itu kembali di buka untuk umum setelah sebelumnya di tahun 2019 sempat dilakukan penutupan.
Meski, dalam penerapannya hanya boleh dilewati oleh para pejalan kaki, sepeda, dan juga becak. Bisa dikatakan, kendaraan bermesin tidak diperkenankan melewati akses jembatan ini.
Baca Juga : Banyak Makan Korban, Banyak Ruas Jalan Kabupaten Jombang Rusak
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad mengatakan, selain Jembatan Lama telah kembali dibuka secara umum, Pemkot Kediri juga akan berupaya untuk mengembalikan konstruksi awal bangunan Jembatan Lama seperti sedia kala.
Mengingat, Jembatan Lama ialah bangunan Cagar Budaya yang telah ditetapkan oleh tim ahli cagar budaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pada 12 Maret 2019.
"Mulai sekarang (18/3) Jembatan Lama sudah bisa dimanfaatkan oleh pejalan kaki dan kendaran tanpa mesin, seperti becak dan sepeda. Tapi saat melintas jangan melakukan pengerusakan, penempelan atribut dan vandalisme," katanya, saat menghadiri di acara gelar doa dan selamatan ultah ke-153 tahun Jembatan Lama, Jum'at (18/3/22).
Sementara itu, Imam Mubarok, Peneliti Jembatan Lama Kediri, sekaligus inisiasi pelaksanaan HUT Jembatan Lama Kediri mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga Jembatan Lama ini dari unsur-unsur tindakan yang berpotensi menyebabkan kerusakan.
Gus Barok, sapaan akrabnya membeberkan terkait rencana ke depan, antara pemerintah dan para budayawan yang memang sepakat untuk melakukan renovasi pada Jembatan Lama sesuai dengan desain aslinya. Yang paling dominan dari renovasi itu ialah pemasangan lampu. Pemasangan lampu tersebut akan dilakukan sesuai bentuk dan asalnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat melihat masa lalu dari Jembatan Lama tersebut.
"Bangunan jembatan ini sudah tua. Jadi perlu kita jaga bersama-sama. Apalagi Jembatan Lama ini sudah masuk sebagai bangunan Cagar Budaya," ungkapnya.
Sementa itu, berikut beberapa fakta terkait awal keberadaan Jembatan Lama, di antaranya adalah jembatan ini digunakan dan dioperasikan sebagai 'Groote Postweg' yang berarti Jalan Raya oleh kolonial Belanda sejak awal berdirinya Brug Over den Brantas te Kediri pada tahun 1869 sampai tahun 1948. Setelahnya pada tahun 1948 sampai tahun 2019, jembatan ini menjadi jalan penghubung perekonomian di Kediri.
Baca Juga : Kematiannya Masih jadi Misteri, Jenazah Artis Thailand Tangmo Nida akan Diautopsi
Brug Over den Brantas te Kediri merupakan jembatan dengan konstruksi besi pertama di Jawa. Jembatan tua ini merupakan karya Insinyur Sytze Westerbaan Muurling, asal Belanda.
Jembatan Lama Kota Kediri digambarkan secara jelas di dalam buku Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek sebagai jembatan dengan konstruksi besi pertama kalinya di Jawa.
Sebagai penghubung wilayah barat dan timur Kota Kediri jembatan ini sangat diperlukan. Sebab hanya jembatan ini lah yang sebagai penghubung wilayah Madiun dan Surabaya di kala itu.
Jembatan ini memiliki panjang 160 meter, lebar 5,80 meter dan tinggi dari permukaan air 7,50 meter.