Nataru di Kota Malang: Alun-Alun dan Taman Ditutup, Jam Ibadah Gereja Ada Pembatasan | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Nataru di Kota Malang: Alun-Alun dan Taman Ditutup, Jam Ibadah Gereja Ada Pembatasan

Dec 21, 2021 08:52
Suasana ibadah misa Natal di salah satu gereja di Kota Malang sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).
Suasana ibadah misa Natal di salah satu gereja di Kota Malang sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).

JATIMTIMES - Meski sudah masuk pada kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, tampaknya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tetap melakukan kewaspadaan menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mendatang.

Bentuk aktivitas publik di wilayah Kota Malang khusus saat Nataru bakal dibatasi. Aturan tersebut dicantumkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No. 71 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

Baca Juga : Terjerat Prostitusi Online, Segini Tarif Selebgram TE yang DiamankanĀ Polda Jateng

Dalam isi edaran itu, tempat-tempat yang mengundang kerumunan seperti Alun-Alun dan taman kota bakal dilakukan penutupan. Hal itu mulai terhitung pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang.

"Iya, Alun-Alun dan taman ditutup saat Nataru. Kami juga akan melakukan rekayasa dan antisipasi aktivitas PKL (Pedagang Kaki Lima) di pusat keramaian untuk tetap jaga jarak," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Selain mengatur aktivitas umum masyarakat di ruang publik, kegiatan ibadah Natal tahun 2021 ini belum sepenuhnya bisa leluasa dilakukan. Dalam hal ini, pengelola gereja diimbau untuk melaksanakan aktivitas ibadah di ruang terbuka.

Namun jika ada kegiatan di dalam gereja, pengelola diminta untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat, implementasi aplikasi PeduliLindungi, dan menggelar acara secara hybrid, hingga dilarang mengadakan jamuan makan bersama dalam perayaan ibadah Natal.

Termasuk pula pengaturan jarak antar perorangan, pengaturan jamaah agar tidak berkumpul dalam waktu bersamaan, menyediakan kebutuhan masker medis.

Lalu, melarang jamaah yang tidak sehat hadir dalam ibadah ke gereja, dan disarankan pada jemaah berusia 60 tahun ke atas, ibu hamil atau menyusui untuk beribadah di rumah saja, dan lainnya.

Baca Juga : Masa Pandemi, Begini Cara Sekolah Pelayaran Bhakti Samudera Tingkatkan Ketrampilan Instruktur Pelaut

"Kami minta untuk digelar secara hybrid, jadi ada yang di gereja dan secara online. Yang berada dalam gereja tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas ruangan, dan ibadah maksimal hingga pukul 22.00 saja," terangnya.

Tak hanya itu, kegiatan masyarakat lainnya mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga tanggal 2 Januari 2022 mendatang juga dibatasi. Seperti, event seni budaya dan olahraga yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19 diminta dilakukan tanpa penonton.

Kemudian, kegiatan yang bukan perayaan Nataru tapi memicu kerumunan harus dilakukan dengan prokes ketat dan dihadiri maksimal tidak lebih dari 50 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Perayaan Nataru Kota Malang

Berita Lainnya