Kebaya Diusulkan Jadi Seragam Dinas Pegawai Negeri di Tulungagung, Ini Tujuannya | Jatim TIMES

Kebaya Diusulkan Jadi Seragam Dinas Pegawai Negeri di Tulungagung, Ini Tujuannya

Oct 18, 2021 14:41
Pengurus Badan Kebudayaan Nasional Kabupaten Tulungagung saat bersama kabag kesra membahas berbagai hal. (Foto: Istimewa)
Pengurus Badan Kebudayaan Nasional Kabupaten Tulungagung saat bersama kabag kesra membahas berbagai hal. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Kabupaten Tulungagung, organisasi di bawah naungan DPP PDI Perjuangan, mengusulkan agar ASN sehari dalam seminggu memakai kebaya saat berdinas. 

Menurut Rindu Rikat, kepala BKN yang juga wakil kepala bidang (wakabid) keagamaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di DPC PDIP Tulungagung ini, akan menyampaikan kepada  bupati melalui kepala bidang (kabid) kebudayaan.

Baca Juga : Targetkan 60% pada Akhir Oktober dan Level 1 Riil, Komisi C DPRD Tulungagung Dorong Percepatan Vaksinasi

"Kita akan minta selama  hari kerja itu, sehari saja memakai kebaya," kata Rindu Rikat, Senin (18/10/2021).

BKN sendiri, menurut Rikat, memilih hari Kamis sebagai usulan ke Pemkab Tulungagung agar dipertimbangkan. "Kita minta satu hari, yakni Kamis. Ini sedang kita usulkan," jelasnya.

Selain mengusulkan, BKN Kabupaten Tulungagung  akan melakukan sarasehan pada 27 Oktober 2021, mendatang. "Ini bukan sekadar usulan saja. Kami juga tindak lanjuti dengan kajian agar mempunyai dasar yang kuat penggunaan kebaya sebagai salah satu seragam dinas ini," ungkap Rikat.

Selain ASN, jika usulan ini diterima, s BKN berharap agar bukan hanya di instansi pemerintahan pemakaian seragam kebaya ini dilakukan. Ke depan, instansi swasta yang ada di wilayah kerja Tulungagung juga dapat menjalankan kebijakan  tersebut..

"Kebaya ini bukan hanya asal kebaya. Dari sejarah, misalnya, Tulungagung ini masuk Mataraman, maka kebaya yang di-agem ya Yogjakarta, bukan kebaya Solo," paparnya.

Baca Juga : HUT Kota Batu ke-20, Pagelaran Wayang Kulit Lakon Tumuruning Wahyu Sandhang Pangan Digelar Semalam Suntuk

Untuk itu, ketua Rampak Sarinah Kabupaten Tulungagung ini juga akan melalukan edukasi agar pemakaian kebaya untuk dinas tidak salah penerapan.

"Bagi yang tidak paham kebaya, bisa saja atasan menggunakan model keraton Jogja, tapi bawahannya Solo. Ini perlu diedukasi agar masyarakat semakin paham dan mencintai adat dan budayanya," tutur Rikat.

Bagi Rikat, memakai kebaya tidak ribet dan tidak mengganggu aktivitas seperti image yang selama ini banyak berkembang. "Saya saja pakai kebaya bisa nyopir dan aktivitas lain. Jadi, tidak benar jika berkebaya itu ribet," pungkasnya.

Topik
Pemakaian kebaya Jaga budaya bangsa pemkab tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya