free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Djohari Irianto, Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Benda Seni yang Laku Keras di Pasaran

Penulis : Asmadi - Editor : Pipit Anggraeni

10 - Apr - 2021, 17:37

Loading Placeholder
Hasil dari krajinan batok klapa (Foto : Asmadi / Jatime TIMES)

LUMAJANGTIMES - Siapa sangka batok atau tempurung kelapa, ternyata bisa  bernilai rupiah tinggi, jika disentuh oleh tangan kreatif.

Jika bagi kebanyakan orang, batok kelapa itu mungkin tidak bernilai, namun di tangan Djohari Irianto, batok kelapa bisa berubah sebuah karya dengan nilai jual yang lumayan.

Baca Juga : dr Aucky Hinting, Ilmuan dan Seniman dalam Satu Sosok

Djohari irianto (38) warga Desa RT 03 RW 03 Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, telah membuktikan batok kelapa bisa menjadi sejumlah benda kreatif lainnya seperti pot bunga, rak pisau dapur dan sejumlah benda lainnya.

"Pengolahan limbah batok kelapa terus dikembangkan baik dari sisi kualitas hingga macam bentuk dan kreasi. Mulai dari pot bunga, celengan rak pisau dapur, wadah kue hingga asbak rokok dan bunga hias," ujarnya, Sabtu (10/4/2021).

Djohari menjelaskan, kerajinan batok kelapa yang diproduksinya dilakukan secara bersama-sama Yusuf, rekannya dari Ranuyso Lumajang.

"Kita lakukan bersama-sama untuk menambah kreasi dan memenuhi keinginan pasar," ujarnya kemudian.

Semua produk dari bahan batok kelapa ini dibuat denga model sederhana hingga motif karakter dan dijual dengan harga yang bervariasi.

“Untuk harga relatif murah, mulai dari Rp 10 ribu, Rp 25 ribu hingga Rp 70 ribu. Semua tergantung pemesan, semakain sulit yang dipesan, maka harga menyesuaikan dengan tingkat kesulitannya,” jelasnya.

Baca Juga : Ramadan Tak Pengaruhi Stok Pangan di Kota Malang

Djohari mengaku mulai menggeluti usaha ini sejak tiga tahun silam. Bermula dari kegelisahannya terhadap banyaknya limbah batok kelapa. Menurutnya, batok kelapa akan sayang jika sekadar dibakar. Sebab selain menimbulkan bau, juga mengotori lingkungan.

"Saya pun terbersit ide untuk mengolah batok kelapa jadi barang seni. Sejak saya melihat batok kelapa berserakan di pasar, saya mulai tertarik dan saya seriusi sejak tiga tahun lalu," ungkapnya.

Dengan menggunakan peralatan yang sederhana dan modal terbatas mencoba untuk terus memperbanyak varian produk yang dihasilkan. Bahan batok kelapa sendiri dipilih secara khusus berasal dari kelapa yg benar-benar tua dan keras agar kuat ketika sudah menjadi barang yg dijual.

"Harapan kami semakin banyak penjualan yang dihasilkan semakin banyak pula penyerapan tenaga pengrajin. Memang tidak mudah berbisnis dimasa pandemi ini, tapi ya Bismillah kita yakin hasil tidak akan mengkhianati usaha," paparnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Asmadi

Editor

Pipit Anggraeni

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---