Selip, Pikap Terguling di Blitar, Penumpang Terjepit | Jatim TIMES

Selip, Pikap Terguling di Blitar, Penumpang Terjepit

Feb 23, 2021 20:10
Pick up terguling di Kesamben akibat kecelakaan tunggal
Pick up terguling di Kesamben akibat kecelakaan tunggal

BLITARTIMES - Diduga selip karena jalan licin, kendaraan pikap mengalami kecelakaan tunggal di Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (23/2/2021). Akibat kejadian ini, seorang penumpang mengalami luka serius. Selain penumpang, muatan hewan ternak sapi juga mengalami luka. 

“Satu orang penumpang pikap mengalami luka serius. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Petugas Pos Lantas Brongkos, Bripka Bambang.

Baca Juga : Terdampak Kebijakan PPKM, Omzet UMKM di Kabupaten Blitar Menurun

Dikatakannya, pikap membawa muatan sapi. Pikap dengan nopol AG 9535 KG itu melaju dari arah selatan. Diduga akibat jalanan licin karena cuaca sedang gerimis dan rem yang kurang pakem, pikap yang dikemudikan Imam Mustofa (29) warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar itu tiba-tiba selip dan tergelincir ke arah kanan hingga terperosok ke halaman rumah warga yang posisinya lebih rendah sekitar 10 meter dari badan jalan. 

Sopir tidak mengalami luka akibat kejadian ini. Namun  penumpang yang duduk di bagian kiri kemudi mengalami luka yang cukup serius. Pria bernama Suliyono (25) warga Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar itu bahkan sempat terjepit di dalam bodi bagian depan mobil. 

“Kami sempat kesulitan mengeluarkan Suliyono yang terjepit dari bodi mobil. Dia akhirnya baru bisa dikeluarkan setelah bodi mobil dibalik. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi,” terangnya. 

Tak hanya korban manusia, kecelakaan ini juga membuat sapi yang dimuat di mobil pikap itu mengalami luka.  Sapi tersebut diketahui mengalami luka-luka di bagian kepala.  “Sapi bahkan terlihat mengalami trauma sehingga sedikit mengamuk,” papar Bambang. 

Baca Juga : Tanggapi Peringatan Presiden, Kapolri Keluarkan SE Penanganan Laporan Pelanggaran UU ITE

Sementara Kapolsek Kesamben Iptu Eko Sudjoko mengatakan, evakuasi mobil yang terguling tersebut membutuhkan waktu cukup lama. Evakuasi baru bisa dilakukan setelah polisi mendatangkan mobil derek. “Evakuasi baru bisa dilakukan dengan mobil derek. Untuk korban penumpang yang mengalami luka kami pastikan sudah mendapatkan perawatan,” pungkasnya. 

Topik
Berita Blitar Kecelakaan Tunggal RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Berita Lainnya