Ada Jual Beli Jabatan Jelang Pelantikan Perangkat Desa Wates, Ini Kata Kapolsek | Jatim TIMES

Ada Jual Beli Jabatan Jelang Pelantikan Perangkat Desa Wates, Ini Kata Kapolsek

Feb 21, 2021 20:20
Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

TULUNGAGUNGTIMES - Polemik mencuat setelah adanya satu calon peserta Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung yang mundur. Tersiar kabar adanya jual beli jabatan untuk pergantian posisi jabatan Kepala dusun menjelang pelantikan. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai seratus juta rupiah untuk pergantian posisi ini.

Kepala desa Wates, Rudhianto saat dikonfirmasi mengatakan informasi tersebut sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tertentu untuk menggagalkan pelantikan yang rencananya akan dihelat pada Senin, 22 Februari 2021 besok.

Baca Juga : Kisah Heroik Kapolsek Mengevakuasi Korban Banjir, Digendong hingga Didorong Gerobak

"Tidak ada masalah sampai hari ini, jika memang apa yang diembuskan itu bernuansa politik. Itu antarcalon dan tidak ada kaitan dengan agenda penjaringan perangkat desa," kata Rudhianto saat dikonfirmasi.

Dirinya tidak mau terlalu banyak menanggapi masalah yang berkembang, pasalnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala desa, telah menunggu pelantikan.

"Segala prosedur sudah kita komunikasikan dengan berbagai pihak termasuk Kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan tidak ada masalah," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Sumbergempol AKP Nengah Suteja saat dikonfirmasi mengatakan persoalan itu telah diselesaikan di Polsek, Sabtu (21/02/2021) malam.

"Itu bukan jual beli jabatan, jadi karena dalam ujian perangkat desa itu yang mendapatkan nilai tertinggi dari dusun Nglegok. Empat orang ini satu di antaranya ingin kondisi desa Wates aman dan kemudian dengan legowo mundur karena memilih ingin menjadi PNS di waktu yang akan datang," kata Suteja melalui saluran selulernya.

Niat baik itu menurut Kapolsek telah disampaikan pada panitia dan perangkat desa Wates dan kemudian disepakati yang akan dilantik salah satu calon perangkat dari dusun Duwet yang kebetulan mendapat ranking di bawahnya.

Baca Juga : Dilantik, Ketua PKS Surabaya Johari Mustawan Targetkan 15 Persen Suara

"Karena saking bahagianya, orang tua dari calon perangkat desa yang akan menggantikan ini berniat membeli tali asih. Bukan memberi uang lalu diminta mundur, itu tali asih karena saking senangnya," jelasnya.

Namun, karena masalah ini ada yang salah paham dan kedua belah pihak tidak nyaman terhadap tudingan yang macam-macam akhirnya diselesaikan di Polsek Sumbergempol.

"Sudah membuat surat pernyataan dari kedua belah pihak, tidak ada masalah lagi. Informasi yang berkembang tidak benar," tegasnya.

Uang tali asih senilai seratus juta rupiah yang rencananya diberikan pada calon yang mundurpun tidak jadi diberikan atau sudah dikembalikan. 

Topik
berita tulungagung jual beli jabatan Ujian Perangkat Desa

Berita Lainnya