TULUNGAGUNGTIMES - Tahapan ujian pengisian perangkat desa melalui sistem penjaringan dan penyaringan Desa Wates Kecamatan Sumbergempol telah mencapai puncaknya. Ujian yang ditunggu kurang lebih setahun untuk mengisi kekosongan perangkat berlangsung hari ini, Senin (09/02/2021). Para peserta ujian bersaing ketat sehingga hasilnya bisa dibilang sangat kompetitif. Hal itu dilihat dari selisih nilai antar peserta tidak terlampaui jauh antara pemenang dan ranking berikutnya.
Baca Juga : APBDes Bisa Dialokasikan untuk PPKM Mikro, ini Penjelasan Kepala DPMD Kabupaten Malang
Ketua Panitia Panitia Penjaringan Perangkat Desa Wates, Budiono mengatakan, pelaksanaan tahapan ujian ini dapat berjalan lancar. Hingga ujian dan evaluasi berakhir semua peserta menerima hasil dengan puas karena semua tahapan sudah sesuai aturan yang berlaku.
"Alhamdulillah, pelaksaan ujian bisa berjalan lancar, dari total 23 peserta semua menerima hasil dengan lapang dada," kata Budiono usai acara ujian yang diselenggarakan di salah satu sekolah swasta di Desa Wates.
Dijelaskan Budiono, ada 4 formasi jabatan perangkat yang diisi yaitu Kaur Perencanaan diikuti 5 peserta, Kasi Pemerintahan 9 peserta, Kepala Dusun 5 peserta dan Kasi Kesejahteraan Masyarakat 4 peserta. Sedangkan pihak ketiga yang diajak kerjasama untuk membuat soal adalah Universitas Brawijaya (UB) Malang.
"Ujian ini murni dilakukan dengan transparan, soal yang dikerjakan tetap dari universitas awal yakni UB. Peserta yang mendapat nilai tertinggilah yang menjadi pemenang dan menduduki jabatan sebagai perangkat desa," ucapnya.
Hasil dari ujian, lanjutnya, akan dibuatkan berita acara dan hasilnya akan dilaporkan dan diketahui oleh kepala desa untuk diteruskan ke kecamatan dan Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung.
Baca Juga : Kejari Kota Batu Rangkul Pemdes, Jalin MoU di Bidang Hukum dan Layanan Virtual
"Atas nama pemerintah desa, saya berharap peserta yang menjadi pemenang bisa amanah dan berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat," katanya.
Menurut Budiono, ujian di Desa Wates pernah mengalami kendala beberapa kali. Namun, untuk kali ini, ujian dapat dilaksanakan dengan baik mulai dari keamanan soal ujian hingga pengerjaan usai.
"Semua pihak saling membantu, mengamankan dan memberikan pengawasan secara maksimal. Ini kita lakukan agar kepercayaan terhadap hasil bisa diterima seluruh peserta dan masyarakat pada umumnya," ungkap pria yang menjabat sebagai sekretaris desa ini.
Diketahui, peserta yang mendapat nilai tertinggi dari hasil ujian pengisian perangkat Desa Wates adalah sebagai berikut: Kaur Perencananan Muhammad Najibur Rizal dengan nilai 74, Kasi Pemerintahan Nalendra Ramuna Purba nilai 76, Kepala Dusun Muhammad Ali Sodiq nilai 70, Kasi Kesejahteraan Masyarakat Nasrul Fuad nilai 76.