Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bersama-sama melakukan panen sayur di lapangan Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Sabtu (12/12/2020).
Kegiatan itu bertajuk Gemar Makan Sayur, Panen Pangan Alternatif, serta Pembagian Alat dan Mesin Budidaya Tanaman dalam rangka menunjang lahan pertanian alternatif.
Baca Juga : Soal Dana Hibah Rp 15 Miliar, Kejaksaan Negeri Jadi Legal Assistence Dinas Pariwisata Kota
Tanaman yang dipanen pun beragam. Mulai terong, umbi-umbian, dan sebagainya. Saat memanen, Dewanti bersama kepala OPD ltetap menjalankan protokol kesehatan. Yakni memakai masker dan menjaga jarak saat memanen.
Hasil dari panen itu mencapai 750 paket sayuran. Paket itu diberikan secara simbolis kepada masyarakat yang mengalami permasalahan stunting dan tersebar di 7 lokasi desa/kelurahan di Kota Batu.
Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono mengatakan, gerakan makan sayur adalah gerakan dengan tujuan membudayakan masyarakat Kota Batu mengonsumsi sayur hingga kebutuhan gizi akan terpenuhi. Hal itu sekaligus mengatasi masalah stunting di Kota Batu
“Untuk memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, Dinas Pertanian juga memberikan paket bantuan intensifikasi masyarakat organik di 24 titik se-Kota Batu,” ucpanya.
Selain itu, ada penyerahan sarana pertanian kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) se-Kota Batu. “Tujuannya adalah untuk memfasilitasi petani dalam menunjang kegiatan usaha tani yang berdampak. Agar ada peningkatan produksi pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani di Kota Batu,” imbuh Sugeng.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, sesuai intruksi presiden yang kemudian ditindaklanjuti oleh menteri pertanian, dalam musim pandemi ini ada yang sangat harus diwaspadai. Yakni kecukupan bahan makanan pokok karena Malaysia sudah mulai tidak mengekspor bahan makanannya ke negara lain.
Baca Juga : Sektor Peternakan Maju Pesat, Kabupaten Blitar Penyetor PAD Provinsi Terbaik di Jatim
Oleh sebab itu, presiden meminta untuk melakukan penanaman bahan makanan pengganti beras atau padi supaya memiliki persiapan bahan makanan untuk ketahanan pangan. "Mari kita berlomba lomba menanam dan nanti kalau hasilnya berlimpah, akan kita olah menjadi bahan makanan yang bisa tahan lama,” terangnya.
“Itu yang harus kita siapkan daripada kita nantinya kekurangan bahan makanan. Lebih baik kelebihan,” tambah istri Eddy Rumpoko ini.
Menurut Dewanti, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian ini bertujuan agar petani punya nilai produksi pertanian yang baik sehingga bisa meningkatkan ekonomi dan menyejahterahkan masyarakat di Kota Batu. “Tolong dijaga dan digunakan dengan baik. Pergunakan sesuai kebutuhan gapoktan. Pandemi ini belum berakhir. Jadi, mari kita menaati protokol kesehatan,” tutupnya.